Purbaya Siapkan Rp 60 Triliun untuk Pemulihan Bencana, PU Susun Peta Jalannya

2026-01-12 04:25:35
Purbaya Siapkan Rp 60 Triliun untuk Pemulihan Bencana, PU Susun Peta Jalannya
JAKARTA, - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo merespons Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang telah menyiapkan Rp 60 triliun untuk pemulihan pasca bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).Dana tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.Menurut Dody, roadmap (peta jalan) penggunaan anggaran tersebut tentu sudah disiapkan Kementerian PU."Kalau detailnya (roadmap) pasti ada. Kan, enggak mungkin kita mengajukan sesuatu tanpa ada penjelasan detail-nya, pasti ada detail-nya," jelas Dody saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis .Baca juga: Seluruh Ruas Tol di Sumatera Utara Telah Beroperasi Normal KembaliKendati demikian, angka yang diajukan Kementerian PU saat ini masih bergerak, entah naik maupun turun."Karena, tadi saya bilang begitu kita bisa masuk ke satu kabupaten kita akan mulai melihat dampak kerusakan apa di kabupaten tersebut, di kecamatannya yang terkait, di desa-desanya," ucap dia.Sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU harus membangun infrastruktur dengan kualitas lebih baik atau dalam kata lain, build back better."Kalau pun kita di minta pertanggung jawaban atas angka tersebut Insya Allah ada, cuma apakah besok akan berubah Insya Allah pasti berubah," ucap dia.Mulai dari perhitungan berapa fasilitas-fasilitas yang rusak akibat terdampak bencana di Sumatera.Mulai dari sekolah, kantor desa, pondok pesantren (ponpes), rumah ibadah, jembatan, jalan, sungai, irigasi, dan lain sebagainya.Baca juga: 16 Ruas Jalan Tol Trans-Sumatera 989,55 Kilometer Siap Sambut Nataru"Jadi, saya mengatakan per detik ini tanggal 18 Desember 2025, itu yang kita pegang, tapi bagaimana besok pasti berubah. Pada saat berubah, publik pasti akan diberitahukan kenapa mesti (harus) dari usulan semula. adi, sifatnya masih usulan ya," tutur dia.Sebab, saat ini masih proses tanggap darurat. Namun, usai masa tersebut akan dilakukan rekonstruksi lebih masif lagi.


(prf/ega)