Kala 42 Jurnalis Tiarap hingga Bersembunyi…

2026-01-12 04:49:07
Kala 42 Jurnalis Tiarap hingga Bersembunyi…
KARAWANG, - Suara letusan senjata mendadak memecah keheningan pagi di kawasan Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Selasa .Sebanyak 42 jurnalis yang mengenakan seragam Komponen Cadangan (Komcad) refleks tiarap, merapat ke permukaan ubin beton, lalu mencari perlindungan di balik semak dan kontur medan yang ada.Sebagian peserta tampak tersentak.Baca juga: Menhan ke Para Jurnalis: Pertahanan Negara Tak Hanya Berada di Tangan TNIBagi mereka yang tak terbiasa mendengar rentetan tembakan, bunyi keras itu sempat memicu kepanikan sesaat sebelum akhirnya mengikuti gerakan rekan-rekannya.Aba-aba singkat dan tegas dari instruktur menjadi penuntun di tengah situasi yang disimulasikan menyerupai daerah rawan konflik.Latihan tersebut merupakan bagian dari pembekalan prosedur kedaruratan bagi awak media yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan pada 14–20 Desember 2025.Dalam skenario ini, para jurnalis dilatih untuk membaca situasi, mengamankan diri, serta memastikan peralatan liputan tetap terlindungi dan dapat digunakan.Baca juga: Wartawan Kompas TV Lampung Diancam Ditusuk Preman Saat Liputan Kasus Pemerasan LahanPerwira Seksi Operasi (Pasiops) Menlatpur Kostrad Sanggabuana Kapten (Inf) Syaepurrahman mengarahkan peserta untuk bergerak terbatas, menahan posisi, dan mengatur napas.Semua dilakukan seolah mereka tengah meliput langsung di wilayah dengan ancaman nyata, di mana keputusan cepat bisa menentukan keselamatan.Syaepurrahman menjelaskan, pembekalan tersebut difokuskan pada aspek keselamatan jurnalis saat bergerak bersama pasukan TNI di daerah rawan.Baca juga: KKJ dan Pemred Tempo Datangi Bareskrim untuk Laporkan Teror Kepala BabiIa menekankan, ketika terjadi kontak senjata antara TNI dan pihak lawan, jurnalis setidaknya harus menerapkan konsep 5M sebagai pedoman dasar.“Mulai dari menghilang atau tiarap, mencari perlindungan, menilai dan menganalisis situasi, memilih kejadian yang akan dipublikasikan, hingga mendokumentasikan,” ujar Syaepurrahman, Selasa.Adapun pembekalan ini dibuka oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah yang mewakili Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Senin .Dalam amanatnya saat upacara, Freddy menekankan bahwa pertahanan negara tidak hanya di tangan militer, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama.“Pertahanan negara tidak hanya berada di tangan aparat militer, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, termasuk insan pers,” kata Freddy. “Awak media yang tangguh, terlatih, dan memahami prosedur kedaruratan, secara tidak langsung turut memperkuat ketahanan nasional,” tambah dia.


(prf/ega)

Berita Lainnya