Laporan Finex: Edukasi Jadi Fondasi Baru Industri Trading Indonesia

2026-01-12 10:30:57
Laporan Finex: Edukasi Jadi Fondasi Baru Industri Trading Indonesia
JAKARTA, - Lonjakan partisipasi ritel di pasar trading Indonesia terus berlanjut. Nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) pada 2024 mencapai Rp 33,214 triliun, tumbuh sekitar 29 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun pertumbuhan cepat ini dinilai belum sejalan dengan kualitas literasi para pelakunya. Kebutuhan edukasi menjadi tantangan utama untuk menjaga kesehatan pasar.Persoalan itu mengemuka dalam laporan baru bertajuk “13 Years of Finex: How the Trading Market in Indonesia Has Evolved”, yang menelusuri perubahan pasar trading Indonesia sepanjang 2012–2025, dari industri kecil yang terfragmentasi menjadi ekosistem digital yang diisi jutaan pengguna ritel melalui smartphone, platform MT5, hingga akun mikro.“Jumlah trader boleh bertambah, tetapi kualitasnya ditentukan oleh edukasi. Trader yang bertahan bukan yang paling agresif, melainkan yang memahami risiko dan mampu mengelola keputusan dengan disiplin,” ujar Financial Analyst Finex, Brahmantya Himawan dalam keterangannya, Senin .Baca juga: Laporan World Gold Council: Dua dari Tiga Orang Indonesia Investasi EmasLaporan itu mencatat bahwa pola edukasi perlahan berubah menjadi fondasi utama industri. Dalam 13 tahun terakhir, webinar, analisis pasar, dan materi pembelajaran yang konsisten disebut berkontribusi terhadap meningkatnya pemahaman pelaku terhadap manajemen risiko."Pergeseran perilaku inilah yang dinilai turut menopang terbentuknya pasar yang lebih sehat dan tidak semata digerakkan spekulasi," sebutnya.Selain itu lanjut dia, perubahan di sisi regulasi juga memperkuat arah tersebut. Penerapan segregated accounts, peningkatan kewajiban pelaporan, serta perluasan pengawasan derivatif dan aset digital ke OJK dan BI menunjukkan bahwa tata kelola industri tengah bergerak menuju integrasi yang lebih ketat. Kualitas literasi menjadi penting agar perluasan aturan tidak berhenti pada aspek administratif.“Edukasi kini berada di tengah-tengah upaya membangun pasar yang sehat. Semakin tinggi literasi, semakin matang ekosistem trading kita. Pialang dan regulator sama-sama punya tanggung jawab di sini,” tambah Brahmantya.Menurut dia, Finex sebagai pialang berjangka yang teregulasi Bappebti sejak 2012 akan terus memperluas akses edukasi sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas ekosistem trading nasional.Dalam laporan itu juga menyebut bahwa perkembangan pasar selama satu dekade lebih tidak hanya tampak pada angka dan teknologi, tetapi juga pada pergeseran budaya menuju praktik trading yang lebih inklusif, terdidik, dan disiplin.Baca juga: Danantara Pantau Ketat Investasi di Garuda Indonesia, Restrukturisasi Utang dan Armada


(prf/ega)