Kesal Sering Salah Pencet Tombol, Justin Bieber Protes Apple

2026-02-02 05:21:19
Kesal Sering Salah Pencet Tombol, Justin Bieber Protes Apple
Ringkasan berita: - Musisi pop kenamaan asal Kanada, Justin Bieber, melontarkan kritikan pada Apple. Penyebabnya, adalah sebuah tombol di aplikasi iMessage iPhone yang kerap bikin salah tekan. Kritik tersebut ia sampaikan dalam sebuah unggahan di X (dulu Twitter) lewat handle @justinbieber.Dalam unggahan ini, ia mengatakan, tombol mikrofon alias fitur Voice Note, yang letaknya ada di sebelah kanan kolom input teks, sangat mengganggu ketika mendengarkan musik.Justin mengaku ia kerap menekan tombol tersebut secara tidak sengaja, dan hal ini membuat ponsel mengeluarkan nada "beep" untuk merekam suara, dan musik yang sedang didengarkan otomatis langsung berhenti. Baca juga: IDC: Pasar HP Global Naik Tipis Sepanjang Tahun 2025 Berkat iPhone 17 Series"Jika aku mengeklik tombol dikte ini sekali lagi setelah mengirim sebuah pesan, saya berjanji akan melabrak semua orang di Apple dan 'menghabisi' mereka dengan rear naked choke hold," kata Justin dalam unggahan X. If I hit this dictation button after sending a text and it beeps and stops my music one more time,I’m gonna find everyone at apple and put them in a rear naked choke holdEven if I turn off dictation I somehow hit the voice note thingThe send button should not have multiple… pic.twitter.com/9R0oKw239LRear naked choke hold merupakan teknik bela diri asal Brasil yang biasa dipakai di olahraga mixed martial arts (MMA). Teknik ini memungkinkan pelaku "mengunci" leher musuh menggunakan tangan dari belakang sambil berbaring di lantai.Pelantun lagu Baby ini lantas mengkritik Apple bahwa posisi tombol Voice Note, yang biasanya merupakan tempat untuk tombol kirim alias "Send", seharusnya tak memiliki dua fungsi yang bersamaan, seperti untuk mengirimkan pesan suara tadi. Justin mengaku sudah menonaktifkan tombol Voice Note di aplikasi iMessage, sehingga berubah menjadi tombol Send. Namun, ia mengaku tombol tersebut selalu muncul setelah ia mengirimkan pesan. Baca juga: Apple Terancam Kehilangan Perancang Chip Mac dan iPhone"Tombol Send seharusnya tak memiliki fungsi ekstra di satu titik yang sama," tegas Justin Bieber.Apple belum memberikan respons soal kritikan Justin Bieber ini. Belum jelas juga apa yang akan dilakukan Apple soal tombol Send dan Voice Note yang berada di satu lokasi di iMessage. Namun yang jelas, pihak Apple mungkin mendengar cuitan Justin Bieber di X ini, lantaran unggahan tersebut sudah mendapatkan 44,7 juta views, 126.000 likes, dan 6.700 komentar, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari MobileSyrup.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-02 04:00