Bahaya Istirahat di Mobil dengan Kondisi Mesin Menyala: Waspadai Risiko Keracunan

2026-02-02 06:22:22
Bahaya Istirahat di Mobil dengan Kondisi Mesin Menyala: Waspadai Risiko Keracunan
SOLO, - Seseorang bisa keracunan di dalam mobil, meski tak ada pihak lain yang memberikan racun. Pasalnya, mobil sendiri masih memiliki emisi baik dari sisa pembakaran mesin diesel atau bensin dan sistem air conditioner (AC).Ketika terjadi kesalahan atau kendala teknis, maka penumpang di dalam mobil bisa terpapar gas beracun yang mengakibatkan berbagai keluhan bahkan kematian. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan penyebab penumpang keracunan di dalam mobil bisa dari berbagai faktor.Baca juga: Jangan Abaikan Keselamatan, Ini Tips Tidur Aman di Mobil Menurut Ahli“Bisa keracunan gas AC dengan kandungannya Clore Flore Carbon (CFC) atau gas sisa pembakaran yang masuk ke dalam kabin mobil, keduanya bisa menyebabkan manusia keracunan,” ucap Sony kepada , Senin .Penyebab keracunan freon atau gas AC bisa bermacam, seperti adanya kerusakan sistem, kebocoran, kotoran, dan kurang perawatan. Sehingga, udara yang berembus di dalam kabin mobil terpapar oleh zat yang tak diinginkan.Selain karena AC, gas beracun juga bisa datang dari peristiwa alami ketika pengendara melakukan perjalanan jarak jauh dalam waktu lama.Baca juga: VinFast Resmi Buka Pabrik Mobil Listrik di Subangcanva.com ilustrasi muncul rasa mengantuk berlebih dan pusing saat mengemudi.“Dalam masa perjalanan panjang bisa membuat oksigen di dalam kabin menipis, terlebih lagi intake door udara luar tertutup, kaca rapat, ini juga bisa menyebabkan keracunan tapi level rendah, gejalanya, pusing, mual, mata pedih dan lainnya,” ucap Sony. Sementara, keracunan yang bisa menyebabkan kematian, menurut Sony, ada kandungan gas monoksida (CO ) dari asap knalpot.“Gas CO masuk ke dalam kabin dan terhirup oleh manusia, ini kerap terjadi pada mobil yang sudah berumur atau adanya keropos, sehingga bodi tidak rapat dan gas buang bisa lebih mudah masuk ke kabin, ditambah mobil berhenti lebih dari 10 menit,” ucap Sony.Baca juga: Tips Road Trip Mobil Listrik Saat Nataru 2025Freepik/user18526052 Ilustrasi mengantuk.Untuk menjaga keselamatan, Sony menyarankan, pengendara sebaiknya tidak tidur di dalam kabin mobil atau boleh asal mesin dalam kondisi mati.“Jika panas, boleh menyalakan AC tapi buka kaca jendela sedikit supaya udara bersirkulasi, lebih bagus lagi jika ada yang jaga-jaga di luar untuk bergantian setiap 1 jam,” ucap Sony.Jadi, penumpang bisa mengalami keracunan di dalam mobil dengan beberapa penyebab seperti adanya kebocoran freon AC mobil, kehabisan oksigen dan masuknya gas sisa pembakaran ke dalam kabin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 05:09