Cerita Viral di Langit Depok: Cahaya Menari, Meteor, Heboh UFO

2026-02-04 20:44:24
Cerita Viral di Langit Depok: Cahaya Menari, Meteor, Heboh UFO
Antusiasme masyarakat Indonesia dengan antariksa cukup tinggi. Warganet di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) salah satu yang sering membahas benda-benda di angkasa.Warganet kerap mendiskusikan soal penampakan benda di langit Depok. Dalam beberapa waktu dekat ini, setidaknya ada 3 hal di langit Depok yang sempat ramai dibahas di media sosial (medsos).detikcom lalu meminta tanggapan dari pengamat astronomi hingga warga yang menjadi saksi mata untuk memastikan fakta di balik cerita viral benda-benda di langit Depok.Hasilnya, tidak semua yang ramai dibincangkan adalah fakta. Sisanya, dugaan semata karena ternyata tak ditemukan fakta atau data pendukungnya.Berikut 3 cerita viral di angkasa Depok:Baru-baru ini, video viral memperlihatkan cahaya yang bergerak muncul di langit Depok. Cahaya berbentuk bundar itu terlihat seperti menari.Sejumlah cahaya bundar itu bergerak memutar di langit Depok saat malam hari. Cahaya itu berputar ke kiri dan kanan.Disebutkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/12) malam. Cahaya itu diabadikan menggunakan kamera ponsel yang disambut berbagai komentar warganet.Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebut fenomena itu sebagai objek buatan. Dia menduga cahaya tersebut berasal dari lampion."Yang jelas itu objek buatan, bukan alami.Gambarnya tidak jelas, seperti lampion," ujar Thomas, Senin (22/12/2025).Dia mengatakan kemungkinan cahaya tersebut berasal dari lampu sorot. Dia menegaskan cahaya di langit Depok yang viral bukanlah fenomena alam."Bisa lampion atau sekadar lampu sorot dari pasar malam yang mengenai awan rendah," ucapnya. Beberapa sebelumnya, warga Depok juga membagikan video benda bulat berwarna biru berada di langit. Benda itu memancarkan cahaya berwarna putih-biru dan bergerak-gerak.Warga yang merekam sempat menduga benda di langit tersebut seperti layangan. Namun, kemungkinan tersebut ditepisnya karena objek mencurigakan itu bercahanya dan jaraknya jauh.Warga semakin heboh karena bulatan cahaya itu sempat meredup dan terang. Cahaya itu jug bergerak sehingga terlontar dugaan benda misterius itu sebagai UFO (unidentified flying object).Peneliti BRIN angkat bicara soal heboh benda disebut UFO di langit Pitara, Pancoran Mas, Depok yang terekam pada Senin (5/8) pukul 22.10 WIB. Peneliti BRIN menyebut benda bercahaya itu kemungkinan adalah sebuah suar atau flare."Tampaknya itu suar (flare)," kata profesor riset astronomi-astrofisika di Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaludin, saat dihubungi wartawan, Rabu (13/8).Thomas menjelaskan UFO mencakup semua benda terbang yang tidak dikenal, termasuk suar, lampion, atau balon udara bercahaya yang tidak dikenal warga. Benda di langit yang belum dikenali, disebut UFO."UFO mencakup semua benda terbang yang tidak dikenal, termasuk suar (flare), lampion, atau balon udara bercahaya yang tidak dikenal warga. UFO dalam makna wahana makhluk luar bumi (alien) tidak ada pada dunia nyata," jelasnya.Camat Pancoran Mas, Zikri Dwi Darmawan, meminta masyarakat tidak mudah terbawa isu soal viral 'UFO'. Dia mengajak warga meningkatkan kepedulian dan rasa kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 RI."Terkait masalah itu, jangan terlalu mudah kita terbawa isu. Kita hidup di zaman modern, biar para ahli di bidangnya yang menjelaskan fenomena apakah itu," ujar Zikri. Pada medio 2024, kabar meteor jatuh dan melintas di langit Kota Depok ramai dibahas di medsos. Sejumlah warga Depok melihat meteor jatuh tersebut pada Minggu (23/6) sekitar pukul 19.00 WIB.Benda bercahaya di langit bergerak dengan cepat. Benda itu memiliki cahaya kehijauan.Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaludin, mengatakan peristiwa penampakan meteor jatuh merupakan peristiwa yang biasa terjadi. Jatuhnya meteor ke arah bumi lalu terlihat karena ada gesekan material meteor ddi atmosfer."Saya hanya mendapat info dari media. Meteor hal yang biasa karena di sekitar bumi banyak batuan sisa pembentukan tata surya. Ketika batuan tersebut berpapasan dengan bumi, batuan tersebut terbakar di atmosfer," kata Thomas, Senin (24/6/2024).Dia mengatakan nantinya meteor yang jatuh akan menimbulkan warna yang beraneka macam. Beda warna dari dampak gesekan dengan atmoster tersebut tergantung dari jenis material meteor."Warna meteor bergantung komposisi kimia yang terbakar. Warna hijau berasal dari unsur magnesium yang terkandung pada batuan meteor," ucap dia.Warga mengaku momen meteor dan buntut bekas jalur perlintasan itu berlangsung cepat. BRIN akan mendalami lebih lanjut bila ada warga yang mempunyai dokumentasi terkait peristiwa tersebut."Saya tidak bisa memastikan kesaksian warga, kecuali bila laporan warga disertai dengan foto/video," katanya.Lihat juga Video 'Sungai Ciliwung Disarankan Jadi Ikon Kota Depok':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 20:53