5 Siswa SMKN 1 Gunung Putri Korban Atap Kelas Ambruk Masih Dirawat di RS

2026-02-02 17:39:53
5 Siswa SMKN 1 Gunung Putri Korban Atap Kelas Ambruk Masih Dirawat di RS
Pihak SMKN 1 Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat (Jabar), mengatakan lima siswa masih dirawat di rumah sakit akibat tertimpa atap ruang kelas yang ambruk kemarin. Kondisi kelima siswa itu mulai membaik."Hari ini masih ada lima orang yang dirawat. Kalau dari informasi orang tua, kondisi anak-anak sekarang sudah berangsur pulih. Cuma memang mungkin masih ada trauma ya, trauma yang mungkin membuat mereka belum bisa, kemudian ada beberapa tadi ada yang masih menunggu hasil rontgen. Tetapi secara umum mudah-mudahan membaik kondisinya, berangsur pulih," kata Kepala SMKN 1 Gunung Putri Nani Yulianti saat dihubungi, Selasa .Dia mengatakan ada guru yang ditugaskan mengecek kondisi korban atap ambruk itu ke RS. Dia berharap proses perawatan berjalan lancar."Kami juga menugaskan guru-guru, sudah dijadwalkan untuk piket di rumah sakit, memantau perkembangan kesehatan siswa yang dirawat. Itu sebagai bagian concern kami memastikan siswa kami dapat perawatan baik," ujarnya. Wakil Kepala SMKN 1 Gunung Putri, Karyadi, mengatakan lima dari total 42 siswa korban atap ambruk itu mengalami luka berat. Mereka dirawat di dua rumah sakit berbeda dengan luka lecet di badan, kepala, hingga patah tulang akibat tertimpa atap kelas ambruk."Jadi sisa lima orang yang masih (dirawat) di rumah sakit. Ada dua orang di rumah sakit kenari Graha Medika Cileungsi, tiga orang ada di RSUD Cileungsi, itu yang parah. Sedangkan sisanya sudah di rumah masing-masing. Iya korban seluruhnya siswa," kata Karyadi.Karyadi mengatakan material atap yang ambruk belum dievakuasi. Proses pembersihan dilakukan setelah pihak kepolisian selesai melakukan olah TKP."Kami sedang menunggu proses dari Puslabfor ya, dari Inafis, kepolisian, menganalisis sebelum proses pembersihan puing. BNPB juga sudah siap, dalam hal ini pihak Kabupaten Bogor, damkar, relawan juga sudah siap membersihkan, namun masih menunggu koordinasi terkait hasil analisis dari kepolisian," ujarnya.Sebelumnya, atap ruang kelas SMKN 1 Gunung Putri ambruk akibat hujan deras pada Senin siang. Pihak sekolah menerapkan belajar dari rumah mulai hari ini hingga Jumat.Lihat juga Video: Fakta Seputar Ambruknya Atap Ponpes di Situbondo, 1 Santri Tewas[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 16:13