Silsilah Keraton Solo dari Pakubuwono I hingga XIII, Pewaris Takhta Mataram Islam

2026-01-12 12:52:56
Silsilah Keraton Solo dari Pakubuwono I hingga XIII, Pewaris Takhta Mataram Islam
- Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada Minggu menutup satu babak penting dalam sejarah panjang Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, salah satu pusat peradaban Jawa yang berdiri lebih dari dua setengah abad.Kepergiannya bukan hanya meninggalkan duka bagi masyarakat Solo, tetapi juga menjadi momen untuk kembali menelusuri silsilah para raja Keraton Solo, yang akarnya berasal dari Kerajaan Mataram Islam.Baca juga: Raja Keraton Surakarta dari Masa ke Masa, PB II hingga XIIIKeraton Solo atau Kasunanan Surakarta berdiri setelah Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, yang mengakhiri perang saudara antara Pangeran Prabasuyasa (Pakubuwono II), Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I), dan Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa).Dalam perjanjian itu, wilayah Kerajaan Mataram Islam dibagi dua:Sejak saat itu, Surakarta berkembang menjadi pusat budaya dan spiritual Jawa, di mana gelar “Pakubuwono” menjadi simbol keberlanjutan tradisi Mataram.Dinasti ini dimulai oleh Pakubuwono I (Pangeran Puger), putra Amangkurat I dan cucu Sultan Agung, raja besar Mataram.Ia memimpin dari Keraton Kartasura sebelum pusat kerajaan dipindahkan ke Desa Sala pada 1745, yang kemudian menjadi Keraton Surakarta Hadiningrat.Gelar panjang yang diwariskan kepada keturunannya adalah:“Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa.”Nama asli: Pangeran Puger.Dikenal sebagai raja yang berhasil menegakkan kembali legitimasi Mataram pascaperang saudara.Nama asli: Raden Mas Prabasuyasa.Memindahkan pusat kerajaan dari Kartasura ke Desa Sala akibat kerusuhan, yang menandai berdirinya Keraton Surakarta pada 1745.Nama asli: Raden Mas Suryadi.Pemerintahannya diwarnai konflik internal hingga lahirnya Perjanjian Giyanti (1755) yang memisahkan Surakarta dan Yogyakarta.TROPENMUSEUM Pakubuwono XII saat muda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-12 10:41