Bupati Aceh Tamiang Sebut Listrik hingga Sinyal Internet Sudah Menyala

2026-01-16 01:32:55
Bupati Aceh Tamiang Sebut Listrik hingga Sinyal Internet Sudah Menyala
JAKARTA, - Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyebutkan bahwa pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayahnya telah kembali tersambung, pascabencana yang melanda wilayah akhir November 2025 lalu.Hal itu disampaikan Armia dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa .“Kemudian kami laporkan juga bahwa untuk listrik sudah menyala, alhamdulillah, dan juga sinyal Telkomsel, terima kasih, sudah menyala,” ujar Armia dalam rapat tersebut.Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Tanya ke Menhut: Mau Diapakan Kayu Ini, Apa Diserahkan ke Kami?Armia menjelaskan, pemulihan juga mulai terlihat pada sektor ekonomi masyarakat.Setelah dilakukan pembersihan, aktivitas jual beli perlahan kembali berjalan secara terbatas.“Kemudian untuk sentra ekonomi juga alhamdulillah begitu kami bersihkan sudah ada pasar-pasar kaget yang mulai berjualan, apakah itu bentuk sayuran, berjualan telur, dan sebagainya,” kata Armia.Baca juga: Sosok Armia Fahmi, Bupati Aceh Tamiang yang Dipuji PrabowoPensiunan polisi itu menambahkan, pemerintah daerah saat ini telah membersihkan pasar utama, dan berencana mengembalikan para pedagang ke lokasi tersebut setelah proses pembersihan rampung sepenuhnya.“Kami juga sudah membersihkan pasar kami sehingga nanti apabila sudah benar-benar 100 persen bersih, para penjual ini akan kami masukkan ke pasar-pasar tersebut, karena tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada di depannya,” tutur Armia.Selain itu, Armia menyebutkan bahwa arus lalu lintas dan distribusi logistik dari Medan menuju Banda Aceh maupun sebaliknya saat ini relatif lancar.“Untuk arus lalu lintas dan logistik lancar dari Medan ke Banda Aceh dan sebaliknya, walaupun masih ada beberapa jalan yang macet karena kondisi aspal yang mulai keropos atau berlubang,” kata dia.Kendati demikian, Armia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini berada di wilayah pedesaan.Pemerintah daerah membutuhkan dukungan alat berat dalam jumlah banyak untuk menangani lumpur yang menutupi permukiman.“Sekarang ini masalahnya adalah di desa-desa, kami perlu alat berat yang banyak mungkin Bapak, karena kita mempunyai 216 desa semuanya sasarannya adalah lumpur,” jelas Armia.Baca juga: Bupati Aceh Tamiang: Seluruh Desa Lumpuh, Sudah Sebulan Lebih Kami Berusaha BangkitDia pun berharap pembersihan lumpur dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.“Maka lumpur-lumpur ini apabila segera kita selesaikan dalam waktu mungkin satu bulan ini mungkin alhamdulillah masyarakat bisa agak aman dalam mereka menjalani suatu kegiatan-kegiatan, baik itu untuk perekonomian maupun pertanian,” kata Armia.Armia menambahkan bahwa dampak serius bencana akhir November lalu juga menyasar sektor pertanian.Ribuan hektar sawah di Aceh Tamiang tertimbun lumpur, meski sebagian petani tetap berupaya bertahan.“Karena terus terang saja 8.000 hektar lebih sawah kami semua tertimbun lumpur, tetapi ada petani yang nekat di atas lumpur tersebut dia pun tetap menanam padi. Kita melihat bagaimana hasilnya, insyaallah ini bisa kita upayakan,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 00:59