Kasus Bunuh Diri di Salatiga, Kapolres: Jangan Ragu Minta Bantuan Jika Stres Berat

2026-01-12 03:32:52
Kasus Bunuh Diri di Salatiga, Kapolres: Jangan Ragu Minta Bantuan Jika Stres Berat
SALATIGA, - Kapolres Salatiga AKBP Veronica mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terhadap keluarga dan orang-orang terdekat.Ia menilai, kepekaan sosial dapat menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa seseorang yang tengah menghadapi tekanan psikologis berat atau putus asa.“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu meminta bantuan bila ada anggota keluarga atau kerabat yang menunjukkan tanda-tanda stres berat atau putus asa. Kesigapan dan kepedulian lingkungan bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Veronica dalam keterangan tertulis, Rabu . Baca juga: Cerita Bilqis soal Pengalamannya di Lokasi Penculikan, Ayah: Ada Bayi-bayi Seumuran DiaPernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus bunuh diri yang terjadi di Perumahan Tingkir Indah, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, pada Selasa sekitar pukul 18.30 WIB.Korban diketahui bernama CBS Saputra alias By (36), warga Pendingan, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban, J (61), bersama tetangga korban, RSA Aji (38).Kapolsek Tingkir Polres Salatiga, Kompol Daryono, menjelaskan kronologi penemuan korban.“Kejadian tersebut diketahui saat J meminta bantuan Aji untuk menghubungi anaknya karena tak kunjung merespon panggilan telepon,” ungkap Daryono.“Saat keduanya mendatangi rumah korban, mereka mendapati pintu dalam keadaan tidak terkunci dan menemukan korban telah tergantung di kusen pintu dapur,” jelas dia menambahkan.Mengetahui kejadian itu, saksi dan warga sekitar segera melapor ke Polsek Tingkir.“Personel piket langsung mendatangi TKP bersama Unit Inafis Polres Salatiga untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelas Daryono.Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB, berdasarkan rekaman video terakhir yang dikirimkan kepada istrinya.Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dibawa ke RSUD untuk diautopsi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.Kasus ini menjadi perhatian serius jajaran Polres Salatiga. Kapolres AKBP Veronica menegaskan, penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda stres berat pada orang di sekitar mereka.Polres Salatiga juga mendorong masyarakat agar segera melapor atau mencari bantuan profesional apabila ada kerabat atau anggota keluarga yang menunjukkan gejala depresi atau kecemasan ekstrem.Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.


(prf/ega)