CEO YouTube Akui Membatasi Waktu Anak Bermain Media Sosial

2026-01-12 12:58:06
CEO YouTube Akui Membatasi Waktu Anak Bermain Media Sosial
- CEO YouTube Neal Mohan mengaku membatasi penggunaan media sosial pada anak-anaknya. Pengakuan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak dunia digital bagi anak dan remaja.Dikutip dari CNBC, Minggu , Mohan, yang menjabat sebagai CEO YouTube sejak 2023 dan dinobatkan sebagai Time’s 2025 CEO of the Year, mengatakan akses anak-anaknya ke berbagai platform media dikontrol.“Kami membatasi waktu mereka di YouTube dan platform lain serta bentuk media lainnya. Pada hari kerja kami lebih ketat, sementara akhir pekan lebih longgar. Kami tidak sempurna,” kata Mohan dalam video TikTok yang diunggah Time Magazine pada Kamis .Baca juga: Larangan Media Sosial Anak di Australia Dikritik, tapi Game Online Tak Ikut DibatasiIa menegaskan prinsip “segala sesuatu secukupnya” menjadi pendekatan yang ia terapkan bersama istrinya. Prinsip tersebut juga berlaku untuk layanan dan platform daring lainnya. Mohan memiliki tiga anak, yakni dua putra dan satu putri.Sejumlah ahli terus mengingatkan dampak negatif penggunaan ponsel pintar dan media sosial secara berlebihan terhadap anak dan remaja.Profesor NYU sekaligus penulis The Anxious Generation, Jonathan Haidt, menganjurkan agar anak tidak menggunakan ponsel pintar sebelum usia 14 tahun dan tidak mengakses media sosial sebelum usia 16 tahun.“Biarkan mereka memiliki ponsel lipat, tetapi ingat, ponsel pintar sebenarnya bukan sekadar telepon. Mereka bisa menelepon, tetapi itu adalah perangkat multifungsi yang memungkinkan dunia masuk ke kehidupan anak-anak Anda,” ujar Haidt.Baca juga: Survei YouGov: Gen Z Lebih Doyan Media Sosial YouTube dan Instagram Australia pekan ini menjadi negara pertama yang secara resmi melarang pengguna di bawah usia 16 tahun mengakses platform media sosial utama.Menjelang pengesahan aturan tersebut tahun lalu, survei YouGov mencatat 77 persen warga Australia mendukung larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Meski demikian, penerapannya masih menghadapi penolakan.Dalam wawancara terpisah dengan Time, Mohan mengatakan dirinya memiliki “tanggung jawab utama” terhadap generasi muda serta pentingnya memberi orangtua kendali lebih besar atas penggunaan YouTube oleh anak.YouTube Kids diluncurkan pada 2015 sebagai versi ramah anak dari platform milik Google tersebut. Mohan menyebut tujuannya adalah memudahkan orangtua mengatur penggunaan YouTube anak sesuai kondisi masing-masing keluarga.Baca juga: Riset FWD: Cerita Nyata Lebih Ampuh Dorong Pembelian Asuransi daripada Media SosialPendekatan serupa juga dilakukan sejumlah bos teknologi. Mantan CEO YouTube Susan Wojcicki membatasi anak-anaknya menggunakan YouTube dan hanya mengizinkan akses melalui YouTube Kids, dengan durasi yang dibatasi.“Saya mengizinkan anak-anak saya yang lebih kecil menggunakan YouTube Kids, tetapi saya membatasi waktu mereka. Terlalu banyak dari apa pun bukan hal yang baik,” kata Wojcicki kepada CNBC pada 2019.Pendiri Microsoft Bill Gates juga dikenal membatasi penggunaan gawai pada anak-anaknya. Ia mengungkapkan tidak memberikan ponsel kepada ketiga anaknya hingga mereka berusia 14 tahun.“Kami tidak menggunakan ponsel di meja makan. Kami tidak memberi anak-anak ponsel sampai mereka berusia 14 tahun, dan mereka sempat mengeluh karena anak lain mendapatkannya lebih dulu,” ujar Gates.Sementara itu, miliarder Mark Cuban memasang router Cisco dan menggunakan perangkat lunak manajemen untuk memantau aplikasi yang digunakan anak-anaknya serta menghentikan aktivitas ponsel mereka jika diperlukan.


(prf/ega)