JAKARTA, - Rapat pleno yang semula direncanakan oleh Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf diubah menjadi rapat koordinasi karena ketidakhadiran Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar.Gus Yahya, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa rapat pleno yang direncanakan digelar hari ini tidak mungkin bisa dilaksanakan karena harus dipimpin oleh Rais Aam."Sudah ada 78 personel yang hadir. Tetapi kemudian, setelah kita tunggu, ternyata Rais Aam, KH. Miftachul Akhyar tidak hadir bersama kita," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Kamis .Baca juga: Gus Yahya Tegaskan Ketum PBNU Hanya Bisa Diberhentikan Lewat Forum Tertinggi"Maka tidak mungkin digelar pleno, ketentuannya itu undangan harus atas nama bersama-sama. Syuriah dan Tarbiyah, ada empat tanda tangan," ucap dia.Pada akhirnya, jadwal yang semula merupakan rapat pleno diubah menjadi rapat koordinasi dengan fokus utama masalah penanggulangan bencana.Sementara, rapat pleno akan direncanakan pada kesempatan lain dan akan digelar sesegera mungkin.Baca juga: Gus Ulil Benarkan Gus Yahya Bakal Gelar Rapat Pleno Hari Ini, Bahas Apa?"InsyaAllah segera kita tindaklanjuti, sesegera mungkin, dengan komunikasi arahan, besok kita buat undangannya lagi untuk melaksanakan pleno. Pleno itu undangannya harus seminggu sebelumnya," tutur dia.Rapat pleno ini semula digelar usai rapat pleno Syuriyah PBNU menetapkan Zulfa Mustofa sebagai penjabat ketua umum PBNU menggantikan Gus Yahya.Namun, Gus Yahya menolak hasil rapat tersebut karena menurutnya ketua umum PBNU hanya dapat dipilih lewat forum muktamar.
(prf/ega)
Rais Aam Tak Hadir, Rapat Pleno Gus Yahya Diubah Jadi Rapat Koordinasi
2026-01-12 03:33:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:03
| 2026-01-12 03:36
| 2026-01-12 02:07
| 2026-01-12 02:00
| 2026-01-12 01:38










































