AirNav Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Penerbangan Nataru di Bandara Juanda

2026-01-12 10:36:28
AirNav Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Penerbangan Nataru di Bandara Juanda
SIDOARJO, - AirNav Indonesia Cabang Surabaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda melakukan operasi modifikasi cuaca untuk meminimalkan risiko gangguan operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Pejabat Harian (PH) General Manager AirNav Surabaya, Sumpono Bayu Aji, mengatakan, operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan sejak awal hingga akhir Desember 2025 dengan melibatkan satu unit pesawat milik BPBD Jawa Timur."Operasi ini kami lakukan secara intensif sepanjang Desember dengan menyiagakan satu pesawat yang terbang dua kali sehari," ujar Bayu, Selasa .Baca juga: Jenazah Erawati dan Siti Khotimah Korban Kebakaran di Hong Kong Tiba di Bandara Juanda Sore IniDalam setiap misi penerbangan, tim modifikasi cuaca menggunakan bahan semai berupa garam untuk memicu hujan agar turun lebih awal di wilayah yang telah ditentukan."Sekitar satu ton garam digunakan dalam setiap penerbangan, dengan cakupan wilayah operasi mencapai 80 nautical mile atau sekitar 148 kilometer dari Bandara Juanda," jelasnya.Baca juga: Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Fokus di Wilayah Terdampak Bencana sampai 31 Desember 2025Bayu menuturkan, penentuan lokasi penaburan garam dilakukan berdasarkan analisis data cuaca dan pergerakan awan hujan yang diperoleh dari BMKG Juanda."Dari informasi meteorologi itu, kami menentukan titik penaburan garam agar awan hujan yang berpotensi mengganggu bandara dapat diturunkan lebih awal," katanya.Menurutnya, metode ini bertujuan mengurangi intensitas hujan saat awan memasuki wilayah Surabaya dan sekitarnya, sehingga dampaknya terhadap aktivitas penerbangan bisa diminimalkan."Awan hujan yang seharusnya turun di sekitar bandara dipaksa turun lebih awal di wilayah tertentu. Dengan begitu, ketika mencapai Surabaya, intensitas hujannya sudah jauh lebih berkurang," ujarnya.Melalui operasi modifikasi cuaca ini, AirNav Surabaya berharap kelancaran serta keselamatan operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda tetap terjaga selama periode Nataru, seiring meningkatnya mobilitas penumpang dan frekuensi penerbangan.


(prf/ega)