Kemenbud Lakukan Pemulihan Cagar Budaya Terdampak Bencana di Sumatera

2026-01-12 21:29:57
Kemenbud Lakukan Pemulihan Cagar Budaya Terdampak Bencana di Sumatera
Kementerian Kebudayaan RI (Kemenbud) melakukan pemulihan terhadap cagar budaya terdampak bencana alam Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat secara bertahap. Kemenbud telah berkoordinasi dengan unit Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) terkait untuk menelaah kerusakan cagar budaya yang terdampak.Sebelumnya, Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon dalam taklimat media yang diselenggarakan Kamis, (4/12) yang lalu telah menyatakan komitmennya untuk melindungi cagar budaya terdampak bencana alam Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat."Balai Pelestarian Kebudayaan berfungsi sebagai ujung tombak kita untuk menelaah, meneliti, dan mencari informasi terkait situs-situs dan cagar budaya yang terdampak. Dari beberapa hari belakangan, kita telah mendata kerusakan cagar budaya, di mana ternyata cukup banyak cagar budaya yang juga terdampak. Terdapat total 43 cagar budaya terdampak, termasuk 7 diantaranya merupakan cagar budaya Sumatera Utara," jelas Fadli Zon dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).Selain melakukan revitalisasi cagar budaya, Kemenbud terus memprioritaskan keselamatan SDM kebudayaan, termasuk juru pelihara yang berada di lapangan. "Terdapat tim gabungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan yang telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen kerusakan fisik cagar budaya, identifikasi tingkat urgensi konservasi, pengamanan koleksi dan artefak bergerak, serta dukungan untuk pegawai terdampak," ujar Fadli Zon.Adapun BPK Wilayah II Sumatera Utara sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kemenbud mulai melakukan penanganan khusus terhadap cagar budaya Masjid Azizi, Makam Kesultanan Langkat, dan Rumah Tjong A Fie yang terletak di Sumatera Utara.Tim BPK Wilayah II Sumatera Utara terus melakukan koordinasi dengan juru pelihara di lokasi, untuk meminimalisir kerusakan sekaligus mempercepat pemulihan kedua cagar budaya tersebut. Sebagian besar akses jalan menuju Masjid Azizi dan Makam Kesultanan Langkat masih terendam air, sehingga proses pemulihan dan survei dilaksanakan secara bertahap.Berdasarkan laporan Juru Pelihara Bangunan Cagar Budaya Masjid Azizi, As'ari mengungkapkan bahwa Masjid Azizi mengalami kerusakan di sejumlah titik, terutama di bagian pagar depan masjid. Kerusakan tersebut diakibatkan oleh arus kencang banjir sehingga membuat pagar masjid roboh dan membawa air hingga ke dalam masjid. Tidak hanya itu, air turut menggenangi kompleks makam Kesultanan Langkat yang berada di kawasan masjid. Bagian pagar masjid yang rusak kurang lebih sepanjang 24 meter, terdiri terdiri dari 6 blok dengan masing-masing blok memiliki panjang 4 meter. Laporan tersebut diketahui setelah air yang menggenangi Masjid Azizi mulai surut.Selain itu, tim BPK Wilayah II Sumatera Utara menjelaskan bahwa air yang memasuki area masjid turut membawa lumpur hingga menutupi seluruh lantai masjid. Saat ini, telah dilakukan sejumlah langkah awal untuk memulihkan cagar budaya Masjid Azizi dan Makam Kesultanan Langkat, di antaranya pembersihan lumpur dan sisa air yang menggenangi kompleks masjid dan akan dilakukan penimbunan tanah-tanah pada gundukan makam.Sementara itu, pekarangan masjid masih terendam banjir, sehingga pembersihan area luar belum dapat dilakukan secara maksimal. Masjid Azizi merupakan Cagar Budaya Tingkat Provinsi yang berada di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.Selain menjadi tempat ibadah, terdapat juga kompleks makam Kesultanan Langkat di area masjid, menjadikannya sebagai ikon bagi masyarakat sekitar yang kerap melakukan ziarah. Arsitektur Masjid Azizi memadukan berbagai gaya, seperti Melayu, Arab, India, Persia, Turki, dan Eropa, dengan ciri khas warna kuning dan memiliki 21 kubah serta menara setinggi sekitar 60 meter.Penanganan pasca bencana terhadap cagar budaya juga mulai dilakukan untuk Cagar Budaya Rumah Tjong A Fie. Bangunan Cagar Budaya Peringkat Nasional yang berlokasi di Kota Medan ini mengalami sejumlah kerusakan pada beberapa sisi bangunannya. Menurut keterangan salah satu anggota tim yang melakukan pembersihan Rumah Tjong A Fie, Dwi Fajariyatno selaku Pamong Budaya Ahli Muda BPK Wilayah II Sumatera Utara, saat ini posisi rumah Tjong A Fie lebih rendah dibanding jalan raya, sehingga limpahan air dari jalan masuk ke dalam bangunan Rumah Tjong A Fie lantai 1 yang mengakibatkan dinding bangunan semakin lembab, kayu yang keropos, dan warna lantai yang mengalami degradasi.Pembersihan lumpur setelah banjir juga telah dilakukan oleh juru pelihara dan petugas sehingga kondisi saat sudah bersih dari lumpur. Tim BPK Wilayah II Sumatera Utara juga sedang melakukan observasi ke lapangan terkait dampak yang terjadi setelah banjir di Rumah Tjong A Fie untuk menentukan skala prioritas penanganan selanjutnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-12 21:35