Pohon Tumbang Sebabkan Tiang Jembatan Gantung Situ 7 Muara Depok Retak

2026-02-01 21:31:17
Pohon Tumbang Sebabkan Tiang Jembatan Gantung Situ 7 Muara Depok Retak
DEPOK, - Tiang Jembatan Juara Situ 7 Muara, Bojongsari, Kota Depok, retak karena pohon tumbang saat hujan turun deras, Kamis lalu.Pengelola Alun-alun Barat Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi mengungkapkan, curah hujan yang tinggi dan angin kencang mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang.“Pohon rengan tersebut menimpa tali sling penyeimbang sisi kanan (jembatan) yang terhubung dengan tiang pancang sekunder, jadi bukan pancang tengah atau inti,” kata Lintang kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Tiang Retak dan Kabel Menjuntai, Jembatan Gantung Situ 7 Muara Depok DitutupBobot pohon yang disebut terlalu berat membuat tiang sekunder itu perlahan tertarik atau terangkat dari permukaan tanah.Keesokan harinya, tim gabungan melakukan proses evakuasi pohon demi meminimalisir kerusakan yang terjadi pada jembatan.“Saat ini, upaya yang dilakukan adalah menutup sementara lalu lintas pengunjung di jembatan,” ujarnya.Setelahnya, pengelola alun-alun juga akan melakukan pembahasan teknis dengan ahli terkait untuk melakukan perbaikan menyeluruh di titik kerusakan.Baca juga: Dua Titik Longsor di Bojongsari Imbas Luapan Situ 7 Muara DepokTak hanya itu, kerusakan akibat angin kencang juga terjadi di beberapa fasilitas alun-alun yakni tiang lampu, tiang CCTV, hingga area UMKM.Namun, seluruh kerusakan itu telah diperbaiki.“Pada tanggal 4 Desember, area UMKM juga mengalami rusak parah, menyebabkan tenda milik penggiat UMKM rusak,” terang Lintang. “Kondisi tersebut murni akibat bencana alam,” lanjut dia.Sebelumnya, jembatan gantung atau Jembatan Juara Situ 7 Muara di Alun-alun Barat, Bojongsari, Kota Depok, ditutup sementara akibat sejumlah bagian konstruksi rusak.Pantauan Kompas.com di lokasi pada Sabtu , kerusakan terlihat di ujung jembatan yang berada di dalam area alun-alun.Baca juga: Situ 7 Muara Depok Meluap, Air Merendam JalanSejumlah tiang penyangga tampak mengalami retak, sementara kabel penyangga jembatan terlihat menjuntai ke arah danau.Di lokasi juga terpasang spanduk bertuliskan “Mohon Maaf Jembatan Gantung Sementara Ditutup Terkait Adanya Perbaikan Konstruksi Jembatan”.Salah satu warga sekitar bernama Ahmad (38) menyampaikan, kondisi jembatan sudah mulai dikhawatirkan sejak beberapa hari terakhir, terutama setelah hujan turun cukup deras.“Kalau hujan deras, kelihatan jembatannya seperti bergerak lebih besar dari biasanya. Kemarin habis hujan siang, tiangnya kelihatan miring, jadi warga langsung saling mengingatkan supaya jangan lewat,” kata Ahmad di lokasi, Sabtu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-01 19:52