Puluhan Produsen Mobil Listrik China Terancam Tutup pada 2026

2026-02-04 21:11:16
Puluhan Produsen Mobil Listrik China Terancam Tutup pada 2026
SHANGHAI, — Puluhan produsen mobil listrik (EV) asal China diperkirakan menghadapi “momen hidup atau mati” pada tahun 2026.Para analis menilai, melemahnya permintaan domestik berpotensi memaksa sejumlah perusahaan yang terus merugi terancam "gulung tikar" dari pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.Baca juga: SIM Keliling Jakarta Buka Hari Ini, Berikut Lokasi dan Tarif ResminyaSekitar 50 produsen EV yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di bawah tekanan besar, apakah harus memperkecil skala bisnis atau bahkan menutup operasional.Kondisi ini dipicu proyeksi penurunan penjualan industri otomotif China tahun depan akibat kelebihan kapasitas produksi serta berkurangnya dukungan pemerintah. REUTERS/China Daily Mobil buatan China menunggu untuk di ekspor di pelabuihan Dalian, China“Waktu tidak berpihak pada para pemain yang mobilnya tidak mampu menarik minat pengemudi muda,” ujar Qian Kang, pemilik pabrik printed circuit board otomotif di Zhejiang bagian timur dikutip dari Channelnewsasia, Senin .“Kinerja tahun depan akan sangat krusial bagi sebagian besar pabrikan mobil listrik yang masih merugi,” katanya.Selain itu, pasar otomotif China juga tengah menghadapi berakhirnya subsidi tunai dan insentif pajak.Para analis memperkirakan pengiriman kendaraan listrik asal China tahun depan tetap berpotensi turun meski para produsen menawarkan diskon besar untuk menarik konsumen.Baca juga: Puncak Arus Balik Tahun Baru Diprediksi 4 Januari 2026Pada Januari 2026, pemerintah China diperkirakan akan mengumumkan apakah subsidi tukar tambah sebesar 20.000 yuan atau sekitar Rp 47 jutaan akan diperpanjang atau tidak.Nikkei Mobil di China.Saat ini, pembeli EV masih dibebaskan dari pajak pembelian 10 persen. Namun mulai Januari, pembelian akan dikenai pajak 5 persen hingga tarif normal 10 persen kembali berlaku pada 2028.Baca juga: Puncak Arus Balik Tahun Baru Diprediksi 4 Januari 2026Deutsche Bank memprediksi total pengiriman kendaraan di China akan turun 5 persen pada 2026. Sementara JPMorgan memperkirakan penjualan mobil, baik konvensional maupun listrik turun sekitar 3–5 persen.Proyeksi tersebut menegaskan dampak kelebihan kapasitas yang memicu perang harga brutal selama tiga tahun terakhir dan menekan profitabilitas produsen lokal.Pada sisi lain, hampir seluruh produsen EV China telah menggelontorkan investasi besar untuk riset dan pengembangan demi meraih keunggulan teknologi, yang justru membebani prospek keuntungan.Febri Ardani Ragam mobil china yang dijual di Indonesia.Hanya segelintir produsen seperti BYD dan Seres yang didukung Huawei yang tercatat berhasil meraih profit.“Euforia penggalangan dana yang dulu mengelilingi produsen mobil listrik China dan pemasok komponen otomotif utama kini sudah menjadi sejarah," ujar investor asal Shanghai, Yin Ran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-04 21:11