INFOGRAFIK: Video Singa Serahkan Anaknya untuk Diselamatkan Saat Banjir adalah Konten AI

2026-02-04 08:33:20
INFOGRAFIK: Video Singa Serahkan Anaknya untuk Diselamatkan Saat Banjir adalah Konten AI
- Sejumlah unggahan yang diklaim memperlihatkan aksi hewan saat bencana banyak beredar di media sosial pada Desember 2025.Apalagi, di Indonesia terjadi bencana besar di Sumatera pada akhir November 2025. Banjir bandang yang menghancurkan sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang menjadi perhatian masyarakat.Sehingga, banyak yang mengaitkan konten bencana itu dengan peristiwa di Sumatera. Namun, ada sejumlah konten terkait bencana yang terindikasi sebagai hasil manipulasi.Salah satunya adalah unggahan video yang memperlihatkan seekor singa terlihat berupaya menyelamatkan anaknya kepada warga yang menembus banjir.Singa jantan itu menembus banjir sambal menggendong anak di mulutnya. Anaknya itu kemudian diserahkan kepada Seorang perempuan yang berada di perahu karet.Video itu terlihat janggal dan diindikasi sebagai konten AI generatif. Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengujinya menggunakan tool Hive Moderation.Hasilnya, video itu terindikasi dihasilkan perangkat AI dengan probabilitas mencapai 96,8 persen.Video singa menyerahkan anaknya kepada manusia untuk diselamatkan merupakan konten manipulatif.Simak penjelasannya dalam infografik berikut ini:A post shared by Cek Fakta Kompascom (@cekfakta.kompascom)


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-04 08:02