Polisi Ungkap Pemicu 3 Pengamen Ondel-ondel Bacok Pria di Jakut

2026-01-31 04:45:57
Polisi Ungkap Pemicu 3 Pengamen Ondel-ondel Bacok Pria di Jakut
Polisi mengungkap pemicu pria pengamen ukulele dibacok tiga orang yang merupakan pengamen ondel-ondel di kawasan Koja, Jakarta Utara (Jakut). Penganiayaan ini bermula saat pengamen ondel-ondel dihadang oleh korban."Dari keterangan para pelaku yang sudah berhasil diamankan, bahwa saat sedang mengamen ondel-ondel, dicegat oleh pengamen ukulele," ujar Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto, Kamis (20/11/2025).Ketiga pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam (sajam) hingga membuat keributan. Korban pun kabur dan bersembunyi di sebuah toko minuman."Lalu masing-masing mengeluarkan senjata tajam dan terjadi keributan sampai masuk ke dalam toko minuman. Hingga saat ini belum ada korban yang membuat laporan polisi (LP)," jelasnya.Peristiwa itu membuat geger warga sekitar. Sejumlah orang berteriak histeris ketika melihat ketiga pelaku mengejar dan membacok korban menggunakan senjata tajam (sajam).Peristiwa yang terjadi di Jalan Semangka, Kelurahan Lagoa, Koja, pada Rabu (19/11) malam itu viral di media sosial (medsos). Pada malam yang sama, Polsek Koja mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa video yang beredar hingga dapat mengenali para pelaku."Selanjutnya, dilakukan pencarian hingga akhirnya diamankan di Jalan Lorong 4 Y Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja, saat pelaku tersebut sedang nongkrong," ucapnya.Dalam video beredar, terlihat korban keluar dengan tangan terluka. Sedangkan ketiga pelaku langsung pergi dari lokasi keributan.Toko minuman yang jadi tempat menyelamatkan diri korban pun langsung menutup rolling door mereka. Warga di sekitar lokasi terlihat kaget melihat keributan tersebut.Ketiga pelaku berinisial LP (16), AI (17), dan RA (17) lalu dibawa ke Polsek Koja. Polisi juga menyita tiga sajam yang digunakan pelaku berupa celurit, badik, dan pisau belati."Ketiga orang pelaku adalah pengamen ondel-ondel. Korban pengamen ukulele," katanya.Polsek Koja telah meminta keterangan saksi. Para pelaku juga sudah dibawa ke Mapolsek Koja untuk proses hukum lanjutan.Lihat juga Video: Preman Nggak Diberi Duit, Ngamuk Nyaris Bacok Pedagang di Ciputat[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-31 04:37