Gempa Jepang M 7,6: Peringatan Tsunami Dicabut, Waspada Susulan

2026-01-12 12:04:53
Gempa Jepang M 7,6: Peringatan Tsunami Dicabut, Waspada Susulan
TOKYO, – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah pantai Pasifik Jepang bagian utara pada Senin malam.Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat sejumlah gelombang tsunami telah mencapai garis pantai setelah gempa, sedangkan laporan media lokal menyebutkan adanya korban luka.Gempa tersebut mengguncang wilayah Misawa, Prefektur Aomori, dan memaksa warga mengungsi dari rumah. Ribuan orang dilaporkan mengalami pemadaman listrik imbas guncangan tersebut.Baca juga: Gempa Simeulue Aceh Masuk Kategori Megathrust, Ini AlasannyaJMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Salah satu gelombang tercatat menghantam pelabuhan di wilayah Aomori. Beberapa gelombang lainnya juga mencapai daratan dengan ketinggian hingga 70 sentimeter.Namun, pada Selasa pagi, JMA secara resmi mencabut peringatan tsunami tersebut. Meski begitu, peringatan tsunami dalam skala lebih rendah sempat diberlakukan di sejumlah area Jepang utara sebelum akhirnya dibatalkan seluruhnya.Media penyiaran NHK melaporkan, sejumlah orang mengalami luka akibat gempa, berdasarkan keterangan seorang pegawai hotel di Kota Hachinohe, Aomori.Gempa dilaporkan terjadi pada pukul 16.15 waktu setempat dan tercatat oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada kedalaman 44 kilometer.Rekaman yang disiarkan secara langsung menunjukkan pecahan kaca berserakan di jalanan. Warga Hachinohe terlihat mengungsi ke balai kota untuk mencari perlindungan.Kyodo News menyebutkan sekitar 2.700 rumah di Aomori mengalami gangguan listrik. Laporan mengenai kebakaran juga diterima dari beberapa titik.Guncangan turut dirasakan hingga pusat kota Sapporo di Hokkaido. Peringatan darurat berbunyi melalui ponsel warga sesaat setelah gempa. Seorang reporter NHK menggambarkan guncangan horizontal selama sekitar 30 detik yang membuatnya sulit berdiri.Baca juga: Analisis Gempa Hari Ini M 5,2 di Blitar, Apa Penyebabnya?Sebelumnya, JMA sempat memperingatkan potensi gelombang tsunami hingga tiga meter. Pemerintah Jepang melalui juru bicara Minoru Kihara mengimbau masyarakat tetap berada di tempat aman hingga peringatan resmi dicabut.Pemerintah juga memperingatkan potensi terjadinya gempa susulan dalam beberapa hari mendatang.Guncangan gempa turut berdampak pada layanan kereta cepat Shinkansen. Operasional rute antara Fukushima dan Aomori sempat dihentikan. Namun, operator menyatakan beberapa layanan direncanakan kembali berjalan pada Selasa pagi.Kihara mengatakan belum ada laporan kerusakan dari dua fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah utara Jepang. Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan di sejumlah fasilitas lainnya.Tak lama setelah gempa, Tohoku Electric Power menyatakan tidak ada kelainan pada peralatan keselamatan di PLTN Higashidori (Aomori) dan Onagawa (Miyagi).Dikutip dari AFP, Jepang berada di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama di sepanjang Cincin Api Pasifik. Negara ini menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia, dengan rata-rata 1.500 gempa terjadi setiap tahun.Meski sebagian besar berskala kecil, dampak gempa bisa sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalamannya.Baca juga: Bata Merah Vs Bata Ringan, Ini Rekomendasi Dosen Teknik Sipil untuk Rumah Tropis Aman GempaPada Januari lalu, panel pemerintah memperkirakan peluang gempa besar di Palung Nankai dalam 30 tahun ke depan meningkat menjadi 75–82 persen.Perkiraan terbaru yang dirilis pada Maret menyebutkan, jika gempa besar terjadi di kawasan tersebut, potensi korban bisa mencapai 298.000 jiwa, dengan kerugian ekonomi hingga 2 triliun dollar AS.


(prf/ega)