Owner WO Ayu Puspita Tipu Korban dengan Modus Paket Promo

2026-01-15 09:44:45
Owner WO Ayu Puspita Tipu Korban dengan Modus Paket Promo
Polisi mengungkap modus operandi penipuan pemilik wedding organizer (WO), Ayu Puspita, kepada para korbannya. Salah satu modus yang dia lakukan adalah menggunakan promo jasa kepada calon pengantin."Ya, itu promo-promo itu yang juga merupakan salah satu modus yang dilakukan oleh Tersangka juga," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) Kompol Onkoseno Sukahar, Selasa (9/12/2025).Dia menjelaskan promo yang diberikan oleh pelaku adalah menawarkan harga murah. Namun, pada kenyataannya, penawaran itu tidak dilakukan Ayu."Memberikan promo dengan harga yang lebih murah. Pada kenyataannya tidak terlaksana," jelasnya.Korban ada yang sudah memasuki tanggal pernikahannya, ada yang belum. Mereka sudah memberikan uangnya kepada Ayu."Ada yang sudah, ada yang sudah memasuki tanggalnya, ada yang belum. Tapi yang jelas sudah memberikan uangnya," ungkapnya.Polisi mengungkap peran pemilik WO, Ayu Puspita, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Ayu berperan mengorganisasi penipuan tersebut."Ya A selaku pemilik, dia yang, apa, mengorganisir semuanya," kata Kompol Onkoseno.Onkoseno menjelaskan peran tersangka lain berinisial D. Dia mengatakan D berperan membujuk korban untuk menambah uang muka atau down payment (DP). "Kemudian yang D ini yang berperan aktif juga membujuk pada para korban untuk menambah jumlah DP-nya," ujarnya.Ayu Puspita telah melakukan penipuannya sejak 2024. Ayu melanjutkan aksinya sepanjang tahun ini."Paling tidak dari pemeriksaan kami yang ada ini dari tahun 2024 dan sepanjang 2025 ya," kata Kompol Onkoseno.Berdasarkan laporan korban, pelaku diduga melakukan penipuan terkait paket pernikahan."Sampai ratusan (juta rupiah) kalau total dari semuanya. Dia menawarkan paket pernikahan. Pada kenyataannya, dia tidak memenuhi ketentuan itu," ujarnya.Polisi mencatat ada 87 orang korban penipuan WO Ayu Puspita. Polisi kembali membuka ruang untuk menerima laporan dari korban."Iya, masih ada. Masih ada laporan-laporan susulan tentunya," kata Kompol Onkoseno.Kasus yang dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara berasal dari berbagai daerah. Onkoseno mengatakan kerugian yang dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah. Tonton juga video "Ketua RT Cerita Ada Pegawai WO Ayu Puspita Ngadu Belum Digaji"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 07:25