Puluhan Perusahaan Tambang dan Sawit di Kalteng Tak Rehabilitasi DAS, DPRD: Picu Bencana Ekologis

2026-02-02 16:37:59
Puluhan Perusahaan Tambang dan Sawit di Kalteng Tak Rehabilitasi DAS, DPRD: Picu Bencana Ekologis
PALANGKA RAYA, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti banyaknya perusahaan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit yang diduga mengabaikan kewajiban rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).Padahal, rehabilitasi DAS merupakan kewajiban perusahaan guna menjaga fungsi ekosistem tetap berjalan di tengah aktivitas eksploitasi sumber daya alam.Kelalaian ini dinilai berpotensi merusak lingkungan dan memicu bencana ekologis.Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng Bambang Irawan mengatakan, pihaknya telah mengantongi data perusahaan-perusahaan yang belum melaksanakan rehabilitasi DAS. Data tersebut diperoleh dari Balai Pelaksana DAS (BPDAS).“Saya pastikan perusahaan yang belum melaksanakan akan kami panggil untuk RDP (rapat dengar pendapat). Bisa saja kami rekomendasikan pencabutan izin, karena lingkungan ini sangat penting. Mereka meraup SDA kita tapi tidak melaksanakan kewajibannya,” kata Bambang usai rapat paripurna di Kantor DPRD Kalteng, Palangka Raya, Senin .Baca juga: Walhi Soroti Rehabilitasi DAS di Kalteng, Realisasi Perusahaan Tambang Baru 30 PersenAnggota DPRD Kalteng dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, berdasarkan data BPDAS Barito dan BPDAS Kahayan, terdapat sekitar 50 perusahaan yang sama sekali belum melakukan rehabilitasi DAS.“Banyak. Kalau data dari BPDAS Barito dan Kahayan itu, ada sekitar 50 perusahaan yang tidak sama sekali merehabilitasi DAS, progresnya nol. Itu perusahaan tambang dan kebun,” jelas Bambang.Ia menilai, abainya perusahaan dalam menjalankan kewajiban rehabilitasi DAS telah merugikan daerah, baik secara ekonomi maupun ekologis.“Dalam rehabilitasi DAS itu ada proses penyemaian, pembibitan, yang sifatnya memberdayakan masyarakat. Saya anggap ini kejahatan lingkungan. Ada kerugian ekonomi, ekologis, dan ini memicu bencana karena alamnya rusak,” tegasnya.Baca juga: Belajar dari Bencana Ekologis di Sumatera, Gubernur Kalteng: Kami Tata UlangBambang menegaskan, seluruh perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalteng wajib melaksanakan rehabilitasi DAS. Ia mengingatkan agar kewajiban tersebut tidak dialihkan ke daerah lain.“Jangan sampai nanti kewajiban rehabilitasi DAS mereka dialihkan ke Sumatera yang terdampak bencana, sementara perusahaannya ada di Kalteng. Mereka seharusnya mengembalikan kondisi ekologis Kalteng,” ujarnya.DPRD Kalteng berencana memanggil puluhan perusahaan tersebut dalam RDP untuk meminta pertanggungjawaban.“Setelah RDP, kami akan buat rekomendasi ke kementerian terkait untuk mencabut izin mereka, bahkan menghentikan aktivitasnya,” kata Bambang.Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining menjelaskan, kewajiban rehabilitasi DAS memang melekat pada perusahaan pertambangan karena aktivitas tambang, terutama tambang terbuka, berpotensi besar merusak ekosistem sungai.Namun, menurut Agustan, realisasi rehabilitasi DAS oleh perusahaan di Kalteng masih rendah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 16:09