JAKARTA, - Praktik bank keliling, yang sering disebut “Bangke”, masih terus eksis di kota-kota besar Indonesia, termasuk Jakarta.Bank keliling merupakan layanan pinjaman uang informal yang biasanya dikelola oleh individu atau kelompok dengan modal tertentu. Mereka menawarkan jasa pinjaman ini dari rumah ke rumah warga."Macam-macam ada yang punya pribadi atau punya kantor gitu. Yang sendiri itu punya modal sendiri," ucap salah satu bos bank keliling, Carlos (38), saat diwawancarai Kompas.com di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Senin .Baca juga: Sejarah dan Rumitnya Status Kepemilikan Menara Saidah yang Tak Kunjung DirevitalisasiBiasanya, petugas bank keliling beroperasi menggunakan sepeda motor agar mudah menjangkau permukiman padat di Jakarta.Mereka menawarkan jasa pinjaman kepada ibu-ibu rumah tangga atau pedagang yang membutuhkan modal.Carlos mengatakan, rata-rata bunga pinjaman dari bank keliling sekitar 20–30 persen per bulan. Biasanya, pinjaman awal untuk nasabah baru tidak lebih dari Rp 1.000.000.Jika pembayaran pinjaman awal lancar, jumlah pinjaman berikutnya akan ditambah."Kalau benar bayarnya nambah, enggak ada maksimalnya, paling gede bisa mencapai Rp 50 juta. Kalau kayak gitu bayarnya mingguan itu bayarnya sekitar Rp 2,5 juta," tutur Carlos.Petugas bank keliling lain, Roni (bukan nama sebenarnya, 24), mengatakan besaran pinjaman disesuaikan dengan usaha yang dimiliki nasabah.Apabila usaha yang dimiliki seorang nasabah berupa warung es, pinjaman awal yang bisa diberikan hanya sekitar Rp 1.000.000. Bunga di jasa bank keliling Roni senilai 20 persen.Baca juga: Nasib Penjual Koran di Jakpus di Ujung Senja, Pembaca Berpindah ke Layar Digital"Kalau bunganya pokoknya bayar Rp 40.000 selama 30 hari," ucap Roni.Roni bilang, gaji para petugas bank keliling sesuai dengan berapa banyak nasabah yang didapatkan."Tergantung berapa banyak yang minjam dikali lima persen. Semakin banyak nasabah semakin besar gajinya," ujar Roni.Hal tersebut mendorong para petugas bank keliling untuk mencari nasabah sebanyak-banyaknya.Biasanya mereka kembali menawarkan pinjaman kepada nasabah yang cicilannya sudah hampir lunas. Jika jumlah nasabah berkurang, pendapatan petugas bank keliling akan menurun.Roni mengaku saat ini memiliki sekitar 80 nasabah di berbagai wilayah Jakarta Utara, di antaranya Warakas, Koja, dan Cilincing.Setiap hari, ia mendatangi seluruh nasabah tersebut ke rumah atau tempat usaha mereka.Selain menawarkan dari rumah ke rumah, bank keliling juga menjerat nasabah melalui persyaratan yang mudah.Baca juga: Utang Pinjol Rp 1 Juta Menyeret Siska ke Lingkaran Gali Lubang Tutup Lubang
(prf/ega)
Bunga Selangit, Proses Sekejap: Jerat Bank Keliling yang Masih Diandalkan Warga Jakarta
2026-01-12 23:50:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 23:55
| 2026-01-12 21:53
| 2026-01-12 21:40
| 2026-01-12 21:39










































