Pengakuan Dosa Ridwan Kamil dan Bayang-Bayang KPK di Tengah Perpisahan

2026-02-02 05:31:59
Pengakuan Dosa Ridwan Kamil dan Bayang-Bayang KPK di Tengah Perpisahan
Jakarta - Di tengah dinamika sosial politik nasional, publik kembali dikejutkan oleh kabar perpisahan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan istrinya, Atalia Praratya. Kabar tersebut kian menyita perhatian karena tidak hanya menyangkut figur publik, melainkan juga sarat emosi, spekulasi, dan persepsi masyarakat.Isu perpisahan ini sempat bergulir dengan berbagai asumsi, mulai dari isu keretakan rumah tangga hingga rumor perselingkuhan yang sempat mencuat di publik. Untuk pertama kalinya, Ridwan Kamil akhirnya membuka suara melalui unggahan di akun Instagramnya, Selasa, 23 Desember 2025.Dalam pernyataan panjangnya, ia menyampaikan permohonan maaf, tidak hanya kepada publik, tetapi juga kepada orang-orang terdekatnya.Advertisement“Saya juga memohon ampun kepada ibunda saya atas segala khilaf dan dosa sebagai anak yang mungkin mengecewakannya,” tulisnya.Tidak hanya kepada sang ibu, ia juga menyampaikan maaf kepada anak-anaknya, Camillia Laetitia Azzahra (Zara) dan anak angkatnya, Arkana Aidan.“Saya juga memohon maaf kepada anak-anak saya yang terdampak oleh peristiwa-peristiwa yang tidak sepenuhnya dipahami oleh mereka,” ucapnya.Dan tentu saja, Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Atalia.“Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya,” tulisnya, sembari mengakui bahwa selama 29 tahun rumah tangga, ia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.Ia juga meminta maaf kepada seluruh pihak yang ikut terdampak.“Dari hati saya yang terdalam, saya menghaturkan permohonan maaf kepada semua pihak yang terdampak atas kegaduhan yang tidak seharusnya,” katanya.Pada bagian akhir pernyataannya, ia menutup dengan harapan akan kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik.“Semoga Allah, sang Maha Pengampun, memberikan ridha untuk memberi saya kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik,” ucapnya. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-02 03:16