Patung Macan di Kediri Tak Jadi Dibongkar, Angkat Nama Desa hingga Pedagang

2026-02-05 00:00:00
Patung Macan di Kediri Tak Jadi Dibongkar, Angkat Nama Desa hingga Pedagang
KEDIRI, - Adanya pro dan kontra terkait wujud atau bentuk patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sempat menyebabkan pihak desa akan merobohkannya.Namun, niat itu kini diurungkan menyusul hasil rapat warga desa, Senin , memutuskan patung dari bahan semen itu tetap lestari di tempatnya."Alhamdulillah, hasil rapat tadi, yang diikuti termasuk pihak pro maupun yang kontra, meminta patungnya tidak usah dirobohkan," ujar Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i, pada Kompas.com, Senin .Safi'i menjelaskan, para pihak akhirnya sepakat membiarkan patung itu di lokasi karena dampaknya ternyata luar biasa, terutama mampu mengangkat nama desa hingga manfaat ekonominya bagi pedagang kecil.Baca juga: Kepala Desa Sebut Anggaran Patung Macan Mirip Zebra di Kediri dari Kocek Pribadi"Dulu orang Kediri saja tidak tahu ada desa namanya Balongjeruk, sekarang pada tahu, bahkan katanya sudah viral mancanegara juga," lanjut Safi'i.Dari sisi ekonomi, saat ini banyak warganya yang menjadi penjual dadakan di lokasi.Yang mulanya hanya sekitar lima orang pedagang, kini sudah lebih dari 20 pedagang dan semuanya laku.Kades mencontohkan salah satu pedagang, yang kini mendapatkan berkah karena dagangan banjir permintaan.Baca juga: Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri Penjelasan"Tadi kebetulan saya habis beli es degan di situ. Itu pedagang kelapa sampai bilang makasih-makasih ke saya karena sekarang ramai yang beli," ujar Kades.Padahal, atas adanya rencana pembongkaran, pihaknya juga sudah menyiapkan patung macan pengganti yang dinilai lebih realistis.Pihaknya telah menyiapkan patung baru yang lebih realistis hasil memesan dari perupa patung di wilayah Ngadiluwih dengan harga Rp2,5 juta."Kemarin itu saya sudah pesan patung lagi. Harganya Rp2,5 juta juga dari uang saya sendiri,” pungkasnya.Sebelumnya diberitakan, patung harimau di desa Balongjeruk tersebut menyedot perhatian masyarakat karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.Penggambaran anatomi tubuhnya dirasa melenceng jauh dari sosok hewan yang selama ini dikenal sangat gagah dan garang itu.Pembuat patung tersebut bernama Suwari (60), warga Desa Balongjeruk, yang dulunya merupakan pelaku seni ludruk.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-04 22:30