- PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank hari ini resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten SUPA. Melalui penawaran umum perdana saham (IPO) itu, Superbank menghimpun dana sebesar Rp 2,79 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas perbankan digital.Dalam IPO tersebut, Superbank menetapkan harga penawaran sebesar Rp 635 per saham dengan melepas 4,4 miliar saham baru. Angka ini setara dengan 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Pencatatan saham tersebut menjadi langkah strategis perseroan dalam memperkuat struktur permodalan sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan digital di Indonesia.Baca juga: IPO Superbank Disambut Antusias, Saham SUPA Naik 24,41 PersenPresiden Direktur Superbank Tigor M Siahaan mengatakan, pencatatan saham Superbank di Bursa Efek Indonesia menandai babak baru dalam perjalanan pertumbuhan perseroan. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari Journey of Trust Superbank yang dibangun sejak awal transformasi menjadi bank dengan layanan digital.“Pencatatan saham hari ini membuka babak baru dalam Journey of Trust Superbank. Sebagai perusahaan publik, kami berkomitmen untuk terus menjaga dan menumbuhkan kepercayaan tersebut, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujar Tigor dalam keterangan tertulis, Rabu .Sesuai dengan prospektus, sekitar 70 persen dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk memperkuat penyaluran kredit ke segmen underbanked, baik ritel maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang menjadi fokus utama pertumbuhan Superbank. Sementara itu, sekitar 30 persen dana akan digunakan untuk belanja modal, termasuk pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, sistem pembayaran digital, serta infrastruktur teknologi informasi. Baca juga: Usai IPO, Bos Superbank Yakin Prospek Jangka Panjang CerahKemudian, penguatan sistem operasional serta investasi jangka panjang di bidang kecerdasan buatan (AI), data analytics, dan keamanan siber.Langkah ekspansi tersebut ditopang oleh kinerja keuangan Superbank yang menunjukkan pertumbuhan kuat.Hingga akhir Oktober 2025, perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 102 miliar. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang meningkat 173 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 1,3 triliun.Sejalan dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 168 persen yoy menjadi Rp 10,6 triliun, sementara penyaluran kredit meningkat 70 persen yoy menjadi Rp 9,1 triliun. dok. Superbank Langkah ekspansi Superbank dengan melantai di Bursa Efek Indonesia ditopang oleh kinerja keuangan perseroan yang menunjukkan pertumbuhan kuat selama 2025. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, total aset Superbank juga naik hingga 72 persen yoy menjadi Rp 17,6 triliun per akhir Oktober 2025.Dari sisi basis pengguna, sejak meluncurkan aplikasi digital pada Juni 2024, Superbank telah memperoleh lebih dari 5 juta nasabah. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang aman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan finansial sehari-hari.Pertumbuhan Superbank juga diperkuat oleh sinergi ekosistem digital yang luas, termasuk kolaborasi dengan Grab–OVO dan Emtek di Indonesia, serta dukungan pemegang saham strategis lainnya, seperti Singtel, KakaoBank, dan GXS. Baca juga: Modal Inti Tembus Rp 8 Triliun, Superbank (SUPA) Masuk KBMI 2 Saat IPOKombinasi jangkauan ekosistem, kapabilitas teknologi, dan pengalaman perbankan regional memperkuat posisi Superbank dalam mendorong layanan keuangan yang lebih inklusif.Superbank juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 sebagai bagian dari komitmen terhadap keamanan informasi.Sepanjang 2025, Superbank turut menghadirkan sejumlah inovasi produk, antara lain OVO Nabung by Superbank, fitur menabung terintegrasi dalam ekosistem Grab dan OVO, serta Kartu Untung–produk tabungan berbasis gamifikasi hasil kolaborasi dengan KakaoBank. Rangkaian inovasi tersebut berkontribusi pada pertumbuhan tabungan, peningkatan keterlibatan nasabah, serta penguatan posisi Superbank di industri perbankan digital nasional.Ke depan, Superbank juga menyiapkan berbagai inisiatif dan kolaborasi lanjutan bersama Grab dan OVO untuk memperluas adopsi layanan keuangan digital di Indonesia.
(prf/ega)
Raup Dana IPO Rp 2,79 Triliun, Superbank (SUPA) Jadi IPO Terbesar di Sektor Bank Digital
2026-01-12 16:53:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:03
| 2026-01-12 16:33
| 2026-01-12 16:10
| 2026-01-12 15:03










































