Asyik Nobar SEA Games 2025, Puluhan Warga Myanmar Dibom

2026-01-12 06:14:52
Asyik Nobar SEA Games 2025, Puluhan Warga Myanmar Dibom
SAGAING, – Sedikitnya 18 warga sipil tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan udara militer Myanmar yang menghantam sebuah kedai teh di wilayah Sagaing.Insiden ini terjadi ketika puluhan warga tengah berkumpul menonton pertandingan sepak bola Myanmar vs Filipina dalam ajang SEA Games 2025 di televisi.Serangan tersebut dilakukan oleh junta menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini, yang kerap berujung pada korban sipil.Baca juga: AS Pulangkan Ribuan Warga Myanmar Usai Cabut Status Imigrasi, Sebut Negara Sudah AmanDiketahui, Myanmar terus dilanda gejolak sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021. Aksi protes damai yang dibalas kekerasan memicu kelompok pro-demokrasi mengangkat senjata, dan kini konflik meluas di banyak wilayah negara tersebut.Serangan terjadi pada Jumat sekitar pukul 20.00 waktu setempat di Desa Mayakan, Kotapraja Tabayin—sekitar 120 kilometer barat laut Mandalay—wilayah yang juga dikenal dengan nama lamanya, Depayin.Seorang warga yang membantu evakuasi para korban mengatakan kepada Associated Press bahwa seorang anak berusia lima tahun dan dua guru sekolah termasuk di antara korban tewas.“Dua bom yang dijatuhkan oleh jet tempur meledak tak lama setelah sirene serangan udara berbunyi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak warga di kedai teh tidak sempat mencari perlindungan.Warga itu, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena takut ditangkap militer, juga menjelaskan bahwa lebih dari 20 rumah di sekitar lokasi turut rusak akibat ledakan.Menurut warga tersebut, tidak ada pertempuran baru-baru ini di daerah itu meskipun Sagaing dikenal sebagai salah satu basis kuat perlawanan antijunta.Baca juga: Rusia Makin Sering Latihan Maritim di Asia Tenggara: Kapal Perang Tiba di MyanmarNamun, militer belakangan meningkatkan serangan udara terhadap People’s Defense Force (PDF) dan kelompok etnis bersenjata demi merebut kembali wilayah menjelang pemilu 28 Desember.Kelompok-kelompok perlawanan itu tidak memiliki kemampuan pertahanan terhadap serangan udara, sehingga warga sipil sering menjadi korban ketika jet tempur melakukan pengeboman.Pihak militer Myanmar tidak memberikan pengumuman apa pun terkait serangan tersebut.Warga itu menyebut bahwa sebagian penduduk desa mulai mengungsi setelah pemakaman korban yang digelar pada Sabtu.Sementara itu, mereka yang memilih bertahan mulai menggali tempat perlindungan darurat di sekitar rumah masing-masing.Media independen seperti Myanmar Now merilis foto dan video yang diklaim menunjukkan puing-puing dari lokasi serangan, menambah daftar bukti kekerasan udara yang terus berulang di wilayah tersebut.Baca juga: Junta Myanmar Tangkap 1.590 WNA dalam Penggerebekan Pusat Scam di Perbatasan Thailand


(prf/ega)