Ada Eco Run, TransJakarta Sesuaikan Layanan pada Minggu 23 November 2025

2026-02-02 02:29:59
Ada Eco Run, TransJakarta Sesuaikan Layanan pada Minggu 23 November 2025
Jakarta - TransJakarta mengumumkan adanya penyesuaian layanan pada sejumlah rute BRT dan Non-BRT pada Minggu, 23 November 2025. Penyesuaian layanan dilakukan sehubungan dengan kegiatan Eco Run 2025."Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga mobilitas pelanggan dan mendukung kelancaran acara," ujar Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta Ayu Wardhani dalam keterangan tertulis, Sabtu .Ayu menyampaikan, meski terjadi penyesuaian, TransJakarta memastikan komitmennya untuk melayani pelanggan dengan baik.Advertisement"Penyesuaian ini adalah langkah yang kami ambil agar semua pihak baik peserta lari maupun pelanggan Transjakarta dapat beraktivitas dengan aman," kata dia.Lebih lanjut, TransJakarta mengimbau pelanggan untuk mengecek informasi rute terbaru dan merencanakan perjalanan lebih awal. Layanan dipastikan akan segera kembali normal setelah acara selesai."TransJakarta mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan rencana perjalanan. Informasi terkini dapat diakses melalui media sosial resmi Transjakarta dan aplikasi TJ:Transjakarta," ucap Ayu.Ada pun penyesuaian rute yang akan dilakukan, yakni Koridor 1 (Blok M – Kota) mulai pukul 04.00-08.00 WIB. Untuk sementara, Transjakarta rute ini tidak melayani Halte Kebon Sirih hingga Polda Metro Jaya."Rute dialihkan melalui lintasan Koridor 13 dan 9," terang Ayu."Kemudian, rute BRT (1F, 1N, 1P, 4C, 6T, 6M, 6N) dan 9C dan Non-BRT (3F, S61, T31, 1W, 6D, 6V, dan 10H) juga akan mengalami penyesuaian mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Penyesuaian akan mengikuti kondisi di lapangan," tutup Ayu. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 01:19