MUI Banyumas Nyatakan Daerahnya Darurat Bencana Sosial, Soroti Narkoba hingga Perceraian

2026-01-12 03:55:44
MUI Banyumas Nyatakan Daerahnya Darurat Bencana Sosial, Soroti Narkoba hingga Perceraian
BANYUMAS, - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas menilai daerahnya saat ini dalam kondisi bencana sosial.MUI menyoroti sejumlah fenomena, yakni penyalahgunaan narkoba, kasus HIV/AIDS, meningkatnya angka perceraian, hingga kehamilan di luar nikah. Ketua MUI Banyumas, KH Taefur Arofat, dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 MUI Kabupaten Banyumas yang digelar Selasa , ia mengatakan, bencana sosial merupakan ancaman nyata yang tidak kalah mencekam dibandingkan bencana alam."Banyumas hari ini berada dalam kondisi darurat bencana sosial. Ini ancaman serius yang dampaknya bisa lebih panjang dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat," kata Taefur dalam forum tersebut.Baca juga: Judi Online Dianggap Sudah Jadi Bencana SosialTaefur menyebut, fenomena "Banyumas serba tiga besar" menjadi indikator kuat darurat sosial tersebut.Tiga persoalan utama itu meliputi tingginya angka penyalahgunaan narkoba, kasus HIV/AIDS, serta meningkatnya angka perceraian."Belum lagi fakta baru yang sangat memprihatinkan, yakni kehamilan di luar nikah yang justru banyak terjadi pada anak usia remaja setingkat SMP," ujar Taefur.Untuk menekan kasus tersebut, menurut Taefur, diperlukan penguatan ketahanan sosial berbasis keluarga, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng utama menghadapi krisis moral dan sosial.Baca juga: Waspada, Obat Keras Kedaluwarsa Beredar di Banyumas, Korban Anak 15 Tahun Harus Cuci DarahSebagai mitra strategis pemerintah, MUI Banyumas berkomitmen untuk terus memberikan masukan dan rekomendasi kebijakan."MUI akan terus membersamai pemerintah dan masyarakat, berjuang dalam amar makruf nahi munkar demi kemaslahatan umat dan masa depan generasi Banyumas," kata Taefur.Dalam refleksi akhir tahun tersebut, Kasat Binmas Polresta Banyumas AKP Soetrisno memaparkan perkembangan isu terorisme dan intoleransi.Ia menyoroti munculnya fenomena baru penyebaran ideologi menyimpang melalui media digital, termasuk game daring, yang menyasar generasi Z dan generasi Alpha yang sangat akrab dengan gawai tanpa pengawasan memadai.Baca juga: Prihatin Bencana Sumatera, Bupati Banyumas Minta Perayaan Tahun Baru Digelar SederhanaSementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Banyumas, Wicky Sri Erlangga, mengungkapkan data kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2025.Ia memaparkan ragam jenis narkotika dan psikotropika, profil pelaku yang lintas usia dan latar belakang, serta ancaman hukuman pidana yang menyertainya.


(prf/ega)