IHSG Kembali Cetak ATH, Diproyeksikan Tembus 8.500 Hingga Akhir Tahun

2026-01-13 00:21:33
IHSG Kembali Cetak ATH, Diproyeksikan Tembus 8.500 Hingga Akhir Tahun
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menembus level 8.500 hingga akhir 2025. Beberapa proyeksi bullish bahkan memperkirakan indeks bisa mencapai 9.000 tahun depan.Kenaikan ini didorong tren penguatan IHSG yang terus mencetak rekor penutupan tertinggi atau all time high (ATH). Berdasarkan catatan Kompas.com, IHSG telah mencetak ATH sebanyak delapan kali sepanjang 2025.Pada perdagangan Kamis , IHSG kembali mencatat ATH di level 8.337,06. Indeks naik 18,53 poin atau 0,22 persen. Sebelumnya, IHSG sudah mencetak enam kali ATH sejak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjabat. Sepanjang Januari hingga September, indeks sempat mencetak satu kali ATH.Baca juga: IHSG Naik 0,22 Persen ke 8.337, Sektor Industri dan Energi Jadi PenopangDirektur PT Purwanto Asset Management, Edwin Sebayang, memperkirakan IHSG bisa mencapai 8.500 hingga akhir tahun. Ia menilai reli indeks masih berlanjut karena banyak saham besar belum bergerak signifikan.“Setidaknya BCA balik lagi ke 11.000-an, lalu BRI dan Mandiri balik lagi ke level sebelumnya. Ya itu sih minimal 8.500,” ujar Edwin dalam acara Market Outlook 2026: Navigating 2026 - Trust, Stability, and Financial Resilience, Kamis .Menurut Edwin, tahun depan IHSG berpotensi lebih positif jika rupiah stabil dan inflasi tetap di kisaran 3 persen. Ia menambahkan, penurunan suku bunga dua kali tahun depan bisa memperkuat indeks.“Ya bukan mustahil sih indeks akan berada di level sekitar 9.200-9.300 tahun depan. Perkiraan itu pun naik sekitar 10 persen dengan asumsi indeks tadi ada di 8.500 akhir tahun,” ujarnya.Pengamat pasar modal dan Co-Founder Pasar Dana, Hans Kwee, memproyeksikan IHSG berada di kisaran 8.300 hingga 8.400 di akhir tahun ini.“Kalau saya ngomong, indeks di 8.300-8.400 udah oke. Kami tidak expect sampai 9.000. Biarkan spare tahun depan 9.000,” kata Hans.Baca juga: IHSG Dibuka Menguat, Sektor Transportasi dan Energi Pimpin KenaikanIa menilai, pergerakan IHSG saat ini sulit diprediksi karena saham-saham konglomerasi mendominasi pergerakan indeks.“Ini indeks kita mungkin kalau tidak ada saham konglomerasi, mungkin cuma 6.000-an. Kalau di-reset balik gitu,” ujarnya.Hans menjelaskan, saat ini sedang terjadi rotasi investor dari saham konglomerasi ke saham berkapitalisasi besar atau big cap.“Makanya kalau dia pindah masuk ke big cap, indeksnya naik tinggi,” kata dia.


(prf/ega)