LAMPUNG, - Rencana perubahan zonasi di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menimbulkan polemik yang mengguncang di tengah optimisme konservasi di kawasan itu.Kerlipan cahaya konservasi di TNWK beberapa kali muncul ke publik dengan keberhasilan pelestarian satwa kunci yang statusnya terancam punah.Di antaranya, tiga ekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terekam kamera jebak (trapcam) di kawasan hutan.Adanya rekaman video itu menjadi bukti bahwa telah berlangsung proses konservasi harimau di TNWK dengan kelahiran tiga anak harimau sumatera.Baca juga: Alasan Perubahan Zona Inti TN Way Kambas Jadi Zona Pemanfaatan, Kondisi Lapangan Alami PerubahanKemudian, pelestarian Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) menjadi satwa yang statusnya kini sangat terancam punah, di mana diperkirakan hanya ada 70 ekor di seluruh dunia dan tidak diketahui yang masih hidup di alam liar.Sepuluh ekor di antaranya kini hidup di suaka konservasi semi in-situ di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.Tim peneliti TNWK sendiri hanya pernah menemukan satu kubangan di tengah hutan setelah berbulan-bulan mencari.Dari kubangan itu, setelah diteliti, ternyata mengandung DNA badak sumatera.Jadi, di alam liar memang masih ada, tetapi penampakannya tidak pernah terlihat. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus kepada TNWK.Baca juga: Aktivis Tolak 32 Ribu Hektar Zona Inti Way Kambas Dijadikan Zona PemanfaatanSaat memberikan pidato dalam Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu malam, Prabowo mengatakan, gajah merupakan salah satu binatang yang disayanginya.Oleh karena itu, Prabowo sangat peduli dengan keberadaan gajah di tengah ancaman kepunahan. Sehingga, bakal memberikan perhatian khusus ke Taman Nasional Way Kambas.“Karena gajah masih terancam, mereka diburu untuk itu (gadingnya) walaupun sudah dilarang. Kemudian, habitat mereka semakin terjepit. Kalau tidak salah, di seluruh Sumatera bagian utara mungkin sekarang tinggal 700 (ekor) gajah,” ujarnya.Di tengah optimisme konservasi di kawasan TNWK, rencana perubahan zonasi kawasan inti hutan menjadi ancaman.Lebih dari 32.000 hektar zona inti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) direncanakan bakal diubah statusnya menjadi zona pemanfaatan.Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (PKK) Ditjen KSDAE Kemenhut, Ahmad Munawir mengatakan, setidaknya ada tiga poin yang menjadi dasar rencana perubahan status itu.
(prf/ega)
Way Kambasku Sayang, Way Kambasku Malang: Zona Inti Hutan yang Bakal Berkurang di Tengah Optimisme Konservasi
2026-01-12 05:32:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:05
| 2026-01-12 03:59
| 2026-01-12 03:48
| 2026-01-12 03:19










































