Kasus Penculikan Bilqis: 9 Pertanyaan yang Akhirnya Dijawab Suku Anak Dalam

2026-01-12 03:40:53
Kasus Penculikan Bilqis: 9 Pertanyaan yang Akhirnya Dijawab Suku Anak Dalam
- Kasus Begendang, anggota Suku Anak Dalam (SAD) yang merawat Bilqis, bocah korban penculikan asal Makassar, Sulawesi Selatan, menyisakan banyak pertanyaan publik.Mulai dari asal-usul pertemuan dengan pelaku, uang Rp 85 juta, hingga tuduhan bahwa anaknya adalah Kenzie dan Alvaro, dua bocah yang hilang.Baca juga: Bukan Ditukar, Pajero Penculik Bilqis Ditahan Suku Anak Dalam, Minta Pelaku Kembalikan Rp 85 JutaKompas.com berupaya mencari jawaban tersebut dengan mendatangi langsung Begendang yang tinggal di Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Jambi, pada Kamis .Namun, Begendang ternyata memutuskan melangun atau pergi ke pedalaman hutan.Baca juga: Ingin Selamatkan Bilqis, Suku Anak Dalam Habiskan Tabungan Setahun, Tak Sadar DitipuKompas.com mendapatkan sejumlah keterangan dari dua tokoh Suku Anak Dalam, yaitu Temenggung Sikar yang juga mertua Begendang dan Temenggung Joni.Temenggung Sikar menyebutkan, Begendang berkomunikasi dengan dua penculik Bilqis, yaitu Ade Frianto Syahputra S (36) dan Mery Ana (42), via telepon.Namun, Sikar tidak mengetahui dari mana keduanya berkenalan./SUWANDI Tokoh Suku Anak Dalam, Temenggung Sikar, saat ditemui di rumahnya di permukiman Suku Anak Dalam Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi, Kamis . Sikar merupakan ayah mertua Begendang, warga Suku Anak Daam yang merawat bocah korban penculikan asal Makassar, Bilqis.Salah satu pelaku menghubungi Begendang pada Selasa sore dan di malam harinya kedua pelaku langsung mendatangi rumah Begendang sambil membawa Bilqis.Mereka menyerahkan Bilqis yang tampak lelah dan tidak terawat, lalu menyodorkan surat palsu yang seolah-olah ditandatangani orangtua Bilqis lengkap dengan materai 10.000.Surat itu tertulis bahwa orangtua Bilqis tak sanggup merawat bocah tersebut karena terkendala biaya.Begendang, yang tidak bisa membaca dan menulis, akhirnya memercayai cerita pelaku.Alasannya sederhana: rasa iba. Kondisi Bilqis saat itu membuat Begendang khawatir keselamatannya terancam jika dibawa pergi lagi oleh pelaku.Pelaku mengaku sudah tidak sanggup lagi merawat anak itu.Mereka bahkan sempat berkeliling menawarkan Bilqis kepada beberapa orang di luar Jambi untuk dirawat, tetapi tidak ada satu pun yang bersedia.Untuk itu, pelaku meminta Begendang merawat Bilqis. Namun, pelaku meminta uang Rp 85 juta sebagai ganti biaya merawat Bilqis.


(prf/ega)