1 Januari 2026, Layanan Pertanahan di Seluruh Indonesia Tetap Buka

2026-02-03 02:41:57
1 Januari 2026, Layanan Pertanahan di Seluruh Indonesia Tetap Buka
JAKARTA, - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tetap membuka layanan pertanahan selama libur Natal dan tahun baru.Pelayanan ini dibuka pada 25-26 Desember 2025 serta 1 Januari 2026 di kantor pertanahan (kantah) seluruh Indonesia.Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Dalu Agung Darmawan mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada masyarakat yang tidak sempat mengurus keperluan pertanahan pada hari kerja.Baca juga: Jelang Tutup Tahun, Layanan Pertanahan Buka saat Weekend dan Natal"Layanan selama libur Nataru juga diperuntukkan bagi masyarakat yang pada hari kerja tidak sempat mengurus keperluan pertanahan. Jika ada masyarakat yang memerlukan informasi, atau penanganan lebih jauh dan harus didaftarkan, silakan datang ke kantor pertanahan," kata Dalu, dikutip dari keterangan resmi, Minggu .Dalu menjelaskan, pembukaan layanan pada masa libur ini juga dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang membutuhkan informasi pertanahan di tengah momen libur, saat keluarga dan masyarakat berkumpul.Selama libur Natal dan tahun baru, setidaknya terdapat tiga jenis layanan yang tetap diberikan kantor pertanahan.Baca juga: Jakarta Rilis Dua Program Pertanahan, Dijamin Efektif dan Hemat WaktuPertama, layanan pemberian informasi terkait pengurusan administrasi pertanahan.Kedua, penerimaan pendaftaran layanan dalam kegiatan pemeliharaan data pertanahan.Ketiga, penyerahan produk layanan berupa sertifikat yang telah selesai diproses.Kebijakan tersebut dimanfaatkan oleh salah satu warga, Budi Suryantoro (62). Pada Kamis , ia mendatangi Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk mengambil sertifikat tanah hasil pemecahan bidang."Anak saya bilang, katanya dari sosial media Kementerian ATR/BPN, kantor pertanahan tetap buka, ya saya coba ke sini untuk lihat benar atau tidak itu. Ternyata benar, dan ini saya langsung dilayani," ujar Budi.Baca juga: Era Baru, Layanan Pertanahan Ditargetkan Full Digital Mulai 2028Budi menuturkan, proses pemecahan sertifikat tanah tersebut telah ia ajukan sejak pertengahan November 2025.Ia pun bersyukur dapat mengambil sertifikatnya di tengah masa libur Natal dan tahun baru."Alhamdulillah (pelayanannya) lebih baik, lebih lancar, dulu pernah mengurus sempat ada kendala, tapi pas mengurus ini sekarang, sudah lebih baik. Harapan saya, tolong dipertahankan pelayanannya dengan baik," lanjut Budi.Kementerian ATR/BPN memastikan layanan pertanahan tetap tersedia bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun melakukan pengurusan secara langsung selama libur akhir tahun ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-03 01:59