Cuaca Ekstrem Mengintai Banten hingga Awal 2026, BBMKG Ungkap Prediksi Cuaca di Malam Tahun Baru

2026-01-17 00:29:17
Cuaca Ekstrem Mengintai Banten hingga Awal 2026, BBMKG Ungkap Prediksi Cuaca di Malam Tahun Baru
- Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG Wilayah II) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Provinsi Banten.Peringatan ini disampaikan menyusul prakiraan hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi terjadi pada periode 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer regional yang aktif di sekitar wilayah Indonesia.Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, terutama menjelang perayaan Tahun Baru 2026.Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto menjelaskan, potensi cuaca ekstrem di Banten dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis Hayley dan bibit siklon 90S.Baca juga: Bibit Siklon 90S dan Siklon Tropis Hayley Berpotensi Picu Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Wilayah TerdampakSiklon Hayley terpantau berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, sedangkan bibit siklon 90S terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Banten.“Siklon Tropis Hayley terpantau dengan kecepatan angin maksimum sekitar 45 knot atau 83 kilometer per jam dan tekanan minimum 989 hPa," kata Hartanto dalam keterangan pada Senin ."Sistem ini berpotensi meningkat menjadi kategori dua dalam 24 jam ke depan, meskipun bergerak menjauhi wilayah Indonesia," imbuhnya.Baca juga: BMKG: Waspadai Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon 90S Saat Tahun Baru 2025/2026Selain pengaruh siklon tropis, Hartanto menyebutkan kondisi cuaca di Banten juga dipengaruhi dinamika atmosfer lain, seperti aktifnya gelombang low frequency dan equator rossby.Faktor lain yang turut memperkuat potensi hujan adalah tingginya kelembapan udara di lapisan atmosfer wilayah tersebut.Kombinasi berbagai faktor tersebut meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari sedang hingga sangat lebat, di sejumlah daerah.BBMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian timur dan selatan, Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan, Kabupaten Serang bagian utara dan timur, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian barat dan tengah, serta Kota Tangerang.Sementara itu, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan utara, Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian timur dan utara, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang Selatan.Pada malam pergantian Tahun Baru 2026, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan utara serta Kabupaten Serang bagian barat dan selatan.“Sedangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Serang bagian utara, Kabupaten Lebak bagian utara, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan,” kata Hartanto dikutip Antara.Selain hujan lebat, BBMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dengan kecepatan hingga 45 kilometer per jam.Angin kencang berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan, Kabupaten Serang bagian barat dan utara, Kota Serang, Kota Cilegon, serta Kabupaten Tangerang bagian utara.BBMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang, serta terus memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 23:48