Mardiono dan Mimpi Besar Kemandirian Ekonomi Umat

2026-02-05 14:34:22
Mardiono dan Mimpi Besar Kemandirian Ekonomi Umat
Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim yang cukup besar yakni 170 juta jiwa pada tahun 1994, Indonesia perlu kemandirian ekonomi umat. Hal inilah yang menjadi cikal pendirian Bank Syariah Muamalah Banten sebagai Bank Syariah pertama di Banten pada tahun 1994 oleh Muhammad Mardiono seorang pengusaha muslim yang kala itu telah menjalankan bisnis logistik.Bank Syariah Muamalah Banten atau yang saat ini disebut Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) menjadi Bank Syariah ke-2 di Indonesia setelah Bank Muamalat berdiri pada 1 November 1991. Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat, Mardiono belajar mengimplementasikan prinsip ekonomi syariah dari Prof. Dr. Syafii Antonio pakar Ekonomi Syariah yang turut membidangi pendirian Bank Muamalat.Mardiono yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan visi besar Bank Syariah Muamalah ialah menjadi Bank Syariah yang semakin kokoh, berkah, dan tepercaya."InsyaAllah kami ingin bersama membangun ekonomi umat yang mandiri, berdaya, dan terpenting berkah" ujar Mardiono Senin, (24/11/2025).Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini menambahkan, bahwa umat muslim harus terus bergerak aktif dan tidak hanya jadi pasar dalam perputaran ekonomi di Indonesia."Umat muslim harus menjadi pelaku ekonomi, agar nilai tambah dari perputaran roda ekonomi bisa lebih dirasakan oleh umat sehingga umat bisa semakin mandiri dan berdaya," jelasnya.Sebagai informasi, pada masa itu, Cilegon masih berstatus Kota Administratif yang menginduk ke Kabupaten Serang dan berada dalam wilayah Provinsi Jawa Barat. Di tengah kondisi tersebut, Mardiono bersama sejumlah tokoh Banten KH. Embay Mulya Syarief, KH. Fatullah Syam'un (saat itu Ketua DPRD Kabupaten Serang), dan KH.Mansur Muhyidin mendirikan Bank Syariah Muamalah. Proses perizinan tentu tidak mudah, baik di tingkat provinsi maupun pusat, namun berkat ketekunan dan kerja keras, Bank Syariah Muamalah akhirnya dapat berdiri dan beroperasi untuk umat.Berhasil melewati krisis ekonomi dan terus memperkuat tata kelola serta manajemen, Bank Syariah Muamalah Banten telah sukses menjaga eksistensi dan melayani lebih dari 40.000 nasabah dalam 31 tahun terakhir. Mayoritas pembiayaan terkuat adalah kepada mereka pelaku UMKM atau pedagang kecil, pedagang pasar, nelayan, hingga petani.Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Bank Syariah Muamalah Banten telah menyalurkan lebih dari 600 Miliar Rupiah pembiayaan produktif yang disalurkan ke berbagai sektor mulai dari konstruksi, peternakan, dan pendidikan hingga UMKM dengan tetap menerapkan prinsip syariah.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-05 12:41