Polisi: Pencuri Bunuh Korban di Konter Ponsel Terjerat Utang Judol

2026-02-05 00:04:56
Polisi: Pencuri Bunuh Korban di Konter Ponsel Terjerat Utang Judol
 BANDUNG, - Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengungkapkan motif di balik tindakan tersangka NA (27), yang melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya korban, Ilham (21), di sebuah konter ponsel di Jalan Sukamulya, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, pada Jumat dini hari.Tersangka, yang merupakan mantan pekerja di konter ponsel tersebut, terjerat utang akibat kebiasaannya bermain judi online.Saat beraksi, tersangka tidak menyadari bahwa di dalam konter terdapat orang yang menginap, yang kemudian menjadi korban pembunuhan.Baca juga: Pemilik Konter Ponsel di Sukamulya Bandung Ditemukan Tewas Dalam Toilet, Saksi: Ada Darah"Dia tidak mengetahui bahwa di dalam konter tersebut ada korban yang sedang tidur, yaitu Ilham Firmansyah, laki-laki 21 tahun," ucap Budi saat konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Rabu .Dalam aksinya, tersangka terkejut dan nekat melakukan pembacokan serta penusukan yang menyebabkan korban meninggal.Budi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 30 luka di tubuh Ilham."Tersangka mengejar sampai ke kamar mandi dan melakukan pembacokan hingga dipastikan korban meninggal dunia. Ini cukup sadis," tuturnya.Tersangka, yang juga seorang buruh bangunan, mengaku nekat mencuri untuk melunasi utang judi."Hasil pengakuan dan pemeriksaan, uang yang didapat digunakan untuk membayar utang-hutangnya kepada beberapa orang karena yang bersangkutan meminjam uang untuk bermain judi dan digunakan juga untuk judi," ungkap Budi.Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa ponsel, uang, dan voucher, dengan kerugian pemilik konter mencapai sekitar Rp 30 juta.Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 338 tentang menghilangkan nyawa orang, dengan ancaman pidana sekitar 15 tahun.Sebelumnya, Budi menjelaskan bahwa tersangka masuk ke konter melalui atap kamar mandi pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB.Namun, ia jatuh ke dalam ember yang berada di bawahnya. Korban yang sedang tidur mendengar suara tersebut, terbangun, dan berteriak "maling". Tersangka, yang membawa golok, langsung melakukan kekerasan terhadap Ilham hingga korban tewas.Setelah memastikan korban meninggal, tersangka mengambil barang-barang berharga, termasuk ponsel dan uang, dengan total kerugian sekitar Rp 22.800.000, sebelum melarikan diri ke luar daerah.Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal dan Polsek Sukajadi Polrestabes Bandung berhasil mengidentifikasi dan menangkap tersangka di tempat kosnya di Cicalengka. "Tersangka bisa kita amankan dalam waktu 3x24 jam di daerah Cicalengka," kata Budi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-04 22:51