Longsor Cibeunying Cilacap, Gubernur Luthfi Minta Daerah Rawan Waspada

2026-01-14 01:49:55
Longsor Cibeunying Cilacap, Gubernur Luthfi Minta Daerah Rawan Waspada
SEMARANG, — Bencana longsor di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, berdampak pada warga setempat, termasuk puluhan korban hilang, yang menjadi duka seluruh masyarakat Jawa Tengah.Oleh karena itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengimbau agar seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana di wilayahnya."Kami imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang di pegunungan dan rawan longsor," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Sabtu .Baca juga: Update Longsor Cibeunying Cilacap, 6 Korban Ditemukan Tewas, 14 Masih Hilang, Pencarian BerlanjutIa juga menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wakil kota serta BPBD kabupaten/kota untuk terus melakukan mitigasi bencana dan memetakan daerah-daerah rawan bencana alam di wilayahnya."Peta lokasi (rawan bencana) agar itu bisa diberikan kepada masyarakat sehingga mereka punya kewaspadaan," imbaunya.Sementara itu, terkait penanganan bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Ahmad Luthfi mengatakan, saat ini prioritas utamanya adalah pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat.Tim gabungan dari BPBD kabupaten dan provinsi, TNI, Polri, relawan tanggap bencana, dan seluruh stakeholder terkait saat ini masih terus berusaha menyisir lokasi.Baca juga: Longsor Cibeunying Cilacap, Alat Berat Ditambah Percepat Evakuasi 14 Korban Hilang"Ini terus berlanjut, beberapa alat sudah diturunkan semuanya. Kita berdoa semoga masih diberikan suatu keamanan atau keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan," tuturnya.Hingga Sabtu, 15 November 2025, pukul 14.00 WIB, enam korban hilang telah ditemukan, sedangkan 14 warga lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.Lebih lanjut, bantuan logistik mulai dikirim dan dapur umum sudah didirikan di sekitar lokasi.Tim gabungan di lapangan juga mulai menyiapkan penanganan pasca bencana dan recovery (pemulihan) bagi masyarakat setempat.Sebelumnya, peristiwa tanah longsor di Desa Cibeunying terjadi pada Kamis , sekitar pukul 21.00 WIB.Faktor penyebabnya adalah hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 01:08