Polres Kampar Kirim Personel Cari Ipda Angga yang Hilang di Sumbar

2026-01-31 22:26:50
Polres Kampar Kirim Personel Cari Ipda Angga yang Hilang di Sumbar
Polres Kampar mengirimkan personel untuk membantu pencarian Ipda Angga Mujafar, anggota Direktorat Reskrimum Polda Riau yang hilang saat banjir bandang di Jembatan Kembar Silaing, Padang Panjang, Padang, Sumbar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi keluarga Ipda Angga."Kehilangan saudara-saudara kita, termasuk Ipda Angga Mufajar, merupakan pukulan berat bagi kita semua. Sebagai bagian dari keluarga besar Polri, kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin dalam proses pencarian dan penyelamatan," ujar Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang, dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).Tim bantuan Polres Kampar ini dilengkapi peralatan evakuasi, medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk memastikan efektivitas dan keselamatan selama operasi pencarian dan penyelamatan. Sebanyak 15 personel yang dipimpin oleh Ipda Irwan Fadilla dikirim ke Padang yang nantinya akan bergabung dengan personel Polda Riau lainnya."Pengiriman tim perbantuan Polres Kampar ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, serta menjalin kerjasama dan sinergitas dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana," imbuhnya."Kami berharap, dengan kerja keras dan doa kita bersama, Ipda Angga dan seluruh korban longsor lainnya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kami akan terus memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan sampai situasi benar-benar tuntas," sambungnya. Personil Polres Kampar yang diperbantukan akan berkoordinasi erat dengan tim SAR gabungan dari berbagai instansi, seperti Basarnas, BPBD, TNI, relawan, dan masyarakat setempat, untuk melakukan pencarian secara terkoordinasi dan efektif di area yang terdampak longsor. Selain mencari Ipda Angga, tim juga akan membantu mencari dan mengevakuasi korban longsor lainnya yang belum ditemukan, serta memberikan bantuan medis dan logistik kepada para pengungsi dan keluarga korban yang membutuhkan.Diketahui, Ipda Angga hilang dalam perjalanan dinas menuju ke Lapas di Padang untuk pemeriksaan saksi. Angga saat itu naik mobil bersama rekannya, Brigadir Tri dan seorang sopir ketika banjir bandang menerjang Jembatan Kembar, pada Rabu (26/11) lalu.Brigadir Tri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Ipda Angga dan sopir dinyatakan hilang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-31 20:06