Pengakuan Pembuat Patung Macan di Kediri, Sengaja agar Tak Takuti Anak-anak

2026-02-02 20:05:42
Pengakuan Pembuat Patung Macan di Kediri, Sengaja agar Tak Takuti Anak-anak
KEDIRI, - Wujud sebuah patung macan di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menuai sorotan. Sebab, patung macan hitam putih itu dinilai tidak mirip seekor macan. Pembuat patung tersebut bernama Suwari (60), warga Desa Balongjeruk, yang dulunya merupakan pelaku seni ludruk.Kepala Desa Balungjeruk, Safi'i menceritakan awal mula dirinya menyerahkan pembuatan patung tersebut kepada Suwari, yang selama ini juga dikenal biasa membuat aneka patung di sejumlah tempat tersebut.“Orangnya kan memang biasa bikin patung. Saya pribadi pernah melihat dia bikin patung burung rajawali di Desa Dungus. Menurut saya, hasil kreasinya itu cukup bagus,” ujar Safi'i pada Kompas.com, Sabtu .Baca juga: Kepala Desa Sebut Anggaran Patung Macan Mirip Zebra di Kediri dari Kocek PribadiSyafi'i mempercayakan kepada Suwari untuk membuat patung itu dengan anggaran Rp 3,5 juta. “Mulanya saya tanya dia berapa kisaran biayanya, jawabnya cukup Rp 2 juta saja sudah bisa dengan hasil bagus. Lalu total keseluruhan biaya Rp 3,5 juta,” kata dia. Suwari selaku pematung merasa sudah membuat patung tersebut sesuai dengan yang diinginkan kepala desa dan telah mengerahkan segenap kemampuannya untuk merealisasikannya.“Itu kan permintaan Pak Kepala Desa. Untuk membuat patung macan putih sesuai cerita desa. Sudah sesuai dengan gambar, hanya beda lorengnya. Di gambar kuning, di sini loreng putih disesuaikan cerita,” ujar Suwari pada wartawan.Ia juga membenarkan bahwa biaya pembuatan patung tersebut sebesar Rp 2 juta pada awalnya. Seluruh pengerjaannya dilakukan seorang diri tanpa bantuan siapa pun.“Saya borong kerja. Saya kerjakan sendiri selama 18 hari tanpa bantuan siapapun, termasuk kuli,” ucap dia.Baca juga: Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri PenjelasanAdapun perihal bentuk atau perwujudan, menurut Suwari, sengaja dibuat seperti itu karena sejumlah alasan, mulai dari ramah anak hingga ramah tamu pengunjung desa.“Mulutnya saya buat mingkem seperti itu memang agar tidak menakuti anak-anak. Apalagi lokasinya di pinggir jalan, kalau mulutnya mangap kesannya kayak mau menerkam orang saja,” ujar Suwari.Patung harimau di Desa Balongjeruk tersebut menyedot perhatian masyarakat karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.Penggambarannya dirasa melenceng dari sosok hewan yang selama ini dikenal sangat gagah dan berwibawa itu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 19:34