Jalur Puncak "One Way" dari Bogor, Polisi: Pengendara Jangan Melambung

2026-01-12 04:17:55
Jalur Puncak
CIANJUR, - Petugas kepolisian menghentikan sementara arus kendaraan dari arah Puncak menuju Bogor pada Selasa pukul 14.15 WIB.Rekayasa lalu lintas berupa skema one way atau buka tutup jalan ini diberlakukan untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan.Akibat pemberlakuan tersebut, terjadi antrean kendaraan di lajur kiri.Sementara itu, arus kendaraan dari arah Bogor menuju Puncak Cianjur terpantau ramai lancar, didominasi mobil pribadi dan sepeda motor.Baca juga: Car Free Night di Cibinong dan Puncak Bogor pada Malam Tahun Baru, Begini Rekayasa Lalu LintasnyaKepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Cianjur, Inspektur Satu Ika Cakra Mustika, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas diberlakukan karena lonjakan volume kendaraan dari satu arah yang menyebabkan kepadatan."Ada peningkatan volume kendaraan di wilayah Bogor, sedang pengurasan di sekitar kawasan Taman Sari," ujar Cakra kepada Kompas.com di Pospol Cepu 1 Puncak Pass, Cianjur, Selasa.Cakra menyebutkan, rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan sekitar satu jam atau secara situasional berdasarkan koordinasi lintas wilayah dengan Polres Bogor."Jika mengacu pada pemberlakuan sistem serupa di hari-hari sebelumnya, penghentian arus kendaraan ini biasanya tidak sampai satu jam," katanya.Sedianya, one way akan diberlakukan di kedua arah hingga arus lalu lintas di Jalur Puncak kembali normal."Dalam sehari, minimal satu kali diberlakukan buka tutup atau one way di jalur ini," ucapnya.Baca juga: Jalur Puncak Bogor Ditutup saat Malam Tahun Baru, Simak Jadwal Car Free Night dan Jalur AlternatifnyaCakra mengimbau pengguna jalan untuk tertib dan bersabar saat rekayasa lalu lintas diberlakukan, serta tidak saling mendahului demi kelancaran pengaturan.Ia juga mengingatkan pengendara untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan."Jangan melambung, karena situasi lalu lintas dan arus kendaraan menjadi tidak tertib saat ada rekayasa lalu lintas," ujar Cakra.


(prf/ega)