Jokowi Pidato di Bloomberg New Economy Forum, Banggakan Infrastruktur-QRIS

2026-01-12 03:24:52
Jokowi Pidato di Bloomberg New Economy Forum, Banggakan Infrastruktur-QRIS
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Bloomberg New Economy Forum 2025 di Singapura. Jokowi yang juga sebagai salah satu anggota Dewan Penasihat Bloomberg New Economy Forum membanggakan infrastruktur hingga QRIS.Acara ini berlangsung di Singapura, Jumat (21/11/2025) dan disiarkan melalui kanal YouTube Bloomberg New Economy Forum. Jokowi menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris.Jokowi mulanya bercerita tentang apa yang telah dilakukan selama 10 tahun memimpin Indonesia. Jokowi mengatakan, saat awal menjabat Presiden RI, dia bertanya bagaimana cara membangun ekonomi yang kuat."Ketika saya pertama kali menjadi presiden, saya punya pertanyaan sederhana: bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta orang? Kita tahu tidak ada jalan pintas, itulah sebabnya kita fokus pada hal-hal mendasar, seperti membangun jalan, pelabuhan laut, bandara, jaringan listrik, dan jaringan digital. Karena tanpa infrastruktur yang kuat, ekonomi tidak dapat tumbuh," kata Jokowi.Jokowi mengatakan Indonesia membuat perkembangan yang pesat dalam membangun infrastruktur digital, memimpin pusat data. Jokowi menyebut Indonesia juga telah meluncurkan satelit baru untuk memperluas jaringan digital."Kita memperkenalkan regulasi yang mendorong bisnis lokal dan start-up untuk berkembang, dan saat ini kita memiliki alasan kuat mengapa membangun infrastruktur dan memperkenalkan regulasi sangat penting sebelum memasuki ekonomi digital," kata Jokowi."Pertama, karena infrastruktur menyediakan fondasi konektivitas, aliran data, dan integrasi teknologi, infrastruktur merupakan tulang punggung terbaik bagi kecerdasan ekonomi. Kedua, dengan regulasi yang tepat, ekosistem ini dapat tumbuh lebih kuat dan lebih cepat, memungkinkan inovasi, teknologi, dan kewirausahaan untuk saling mendukung," tutur Jokowi.Barulah Jokowi membanggakan beberapa marketplace lahir di Indonesia. Tak hanya itu, Jokowi juga membanggakan sistem pembayaran QRIS. Dia menyebut QRIS bisa digunakan dari pedagang kecil hingga perusahaan besar."QRIS Indonesia menjadikan pembayaran digital mudah dan universal. Saat ini, pedagang kaki lima di desa kecil menggunakan sistem yang sama dengan perusahaan besar di Jakarta. Dan saat ini, Indonesia juga belajar bagaimana memanfaatkan teknologi dan sumber daya dengan lebih baik melalui inisiatif hilirisasi dan sektor baterai EV. Ini merupakan langkah menuju kecerdasan ekonomi," ujar dia.Tonton juga video "Momen Jokowi Bertemu Eks PM Lee Hsien Loong di Singapura"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-12 03:25