Beli Token Rp 100.000 untuk Daya 900 VA Awet Berapa Lama? Begini Hitungan Ahli

2026-01-13 07:54:48
Beli Token Rp 100.000 untuk Daya 900 VA Awet Berapa Lama? Begini Hitungan Ahli
- Pemerintah memastikan bahwa harga token listrik PLN untuk pelanggan nonsubsidi tidak mengalami perubahan pada Desember 2025.Dengan begitu, pelanggan prabayar dapat membeli token dengan harga yang sama seperti bulan sebelumnya.Diketahui, token listrik PLN tersedia dalam berbagai nominal, mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, hingga Rp 1 juta.Masyarakat biasanya menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan bulanannya. Ada yang membeli langsung dalam jumlah besar, ada pula yang memilih pembelian bertahap, seperti Rp 100.000 per transaksi.Bagi sebagian pengguna, token Rp 100.000 dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik rumah tangga dengan daya 900 VA.Namun, lamanya token bertahan sangat bergantung pada pola pemakaian tiap rumah.Lantas, beli token Rp 100.000 untuk daya 900 VA bisa bertahan berapa hari?Baca juga: Ahli UNY Ungkap Penggunaan Token Rp 50.000 untuk Rumah 900 VA, Bisa Bertahan Berapa Lama?Dosen Pendidikan Teknik Elektro dari Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno mengatakan, awet tidaknya token listrik tergantung pada penggunaan listrik harian di rumah.Artinya, tidak ada durasi yang benar-benar pasti lantaran setiap rumah memiliki kebutuhan energi yang berbeda.Meski demikian, secara umum token listrik Rp 100.000 dapat bertahan sekitar 15 hari pada daya 900 VA, dengan catatan jika digunakan dalam pola pemakaian normal."Kalau berapa lamanya, tergantung dari pemakaian tentunya," ujar Toto, kepada Kompas.com, Sabtu ."Kalau asumsi 900 VA nonsubsidi, dengan pemakaian rata-rata 50 persen dari kapasitas langganan dengan pemakaian 10 jam setiap hari untuk rumah tangga, maka akan menggunakan energi kurang lebih 4,5 kWh setiap hari, sehingga pulsa Rp 100 ribu bisa digunakan 15 hari," jelasnya.Baca juga: Token Listrik Rp 50.000 Bisa Bertahan Berapa Hari bagi Anak Kos?Perlu diketahui bahwa setiap pembelian token listrik akan dikonversi ke dalam satuan kilowatt hour (kWh).Jumlah kWh yang diperoleh bergantung pada daya (VA) serta besaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang berbeda di setiap daerah.Untuk daya 900 VA, nilai kWh dari token Rp 100.000 umumnya berada di kisaran sekitar 70 kWh setelah dipotong PPJ dan biaya admin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-13 06:25