DENPASAR, - Indonesia merupakan produsen biji kakao terbesar di Asia. Meskipun demikian, kontribusi biji kakao Indonesia baru berkontribusi sebesar 3 persen terhadap produksi global.Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo) menerangkan Indonesia memiliki posisi yang cukup menjanjikan di mata dunia.Berdasarkan data International Cocoa Organization (ICCO) pada 2022, Indonesia menempati posisi ke 7 sebagai negara dengan produksi biji kakao terbesar dengan kontribusi persentase global mencapai 3 persen.Tiga posisi teratas negara yang memiliki produksi biji kakao terbesar ditempati oleh Pantai Gading, Ghana, dan Ekuador.Baca juga: Berpotensi Jadi Komoditas Andalan, Industri Kakao Hadapi Isu Penyusutan Lahan hingga Peremajaan TanamanSementara itu, Indonesia menempai posisi ketiga sebagai negara pengolah biji kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Belanda.Dengan hasil tersebut, Indonesia masih menjadi negara nomor satu di Asia dengan produksi dan pengolahan terbesar./ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Proses fermentasi biji kakao setelah panenKetua Umum Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo) Soetanto Abdoellah menjelaskan, pada 2023-2024, Indonesia mampu memproduksi kakao sebanyak 160.000-180.000 ton dalam setahun."Tahun ini ada data bahwa produksi (kakao) kita 200.000 ton," ungkap dia dalam acara Kunjungan Kerja Media Kontribusi Industri Kakao untuk APBN dan Perekonomian, Senin .Sebagai gambaran, luas area perkebunan kakao yang ada di Indonesia saat ini berkisar 1,3 juta hektare.Baca juga: Emiten Kakao Wahana Interfood (COCO) Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Persen di Kuartal IV 2025Soetanto mengungkapkan, mayoritas wilayah Indonesia diberkahi dengan iklim dan tanah yang cocok untuk menanam kakao."Semuanya itu curah hujannya cocok untuk kakao," ungkap dia.Tak hanya curah hujan, hampir semua tanah juga memiliki mineral yang sesuai dengan kondisi optimal yang dibutuhkan kakao untuk dapat tumbuh.Peluang kakao di Indonesia juga didukung oleh tersedianya teknologi dan panduan seperti good agriculture practice (GAP) dan good manufacturing Practices (GMP) yang mencakup hal-hal seperti varietas, pemangkasan, pemupukan, panen, hingga pasca panen.Dari segi permintaan, komoditas kakao juga menunjukkan peningkatan dari dalam maupun luar negeri.Hal itu disambut dengan kakao Indonesia yang berpotensi memiliki kualitas tinggi. Kakao Indonesia dinilai memiliki karakter spesifik yang memenuhi standar nasional dan internasional.Kakao Indonesia juga telah menjadi pilihan untuk industri di negara seperti Amerika Serikat (AS), Swiss, Belanda, hingga Italia.Selain itu, kakao juga dikenal sebagai komoditas yang memiliki harga baik atau antara 5-13 dollar AS per kg.Hal tersebut masih ditambah dengan fakta bahwa, Indonesia masih menjadi negara Asia nomor satu sebagai penghasil maupun pengolah biji kakao.
(prf/ega)
Terbesar di Asia, Bagaimana Posisi Industri Kakao Indonesia di Mata Dunia?
2026-01-12 11:45:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:48
| 2026-01-12 10:18
| 2026-01-12 10:04










































