Ketika Marsinah dan Soeharto di Bingkai yang Sama

2026-02-02 07:55:58
Ketika Marsinah dan Soeharto di Bingkai yang Sama
HARI Pahlawan tahun ini menghadirkan pemandangan yang sukar dibayangkan. Di Istana Negara, potret sepuluh tokoh bangsa berjajar rapi, dibingkai seragam, diberi hiasan emas di tepiannya, dan disusun sejajar di dinding upacara.Di antara wajah-wajah itu, ada dua nama yang membuat orang berhenti sejenak: Marsinah dan Soeharto.Mereka berdiri dalam satu deret sejarah. Dalam satu upacara penghormatan. Dalam satu keputusan negara yang menobatkan keduanya sebagai Pahlawan Nasional.Ironi yang halus terasa menembus upacara yang khidmat itu. Sebab di balik segala seremoni, di balik musik orkestra dan sambutan resmi, tersimpan satu pertanyaan yang menggantung di benak banyak orang.Apa arti kepahlawanan ketika korban dan penguasa yang menindasnya kini diperingati bersama?Marsinah adalah buruh perempuan dari Porong, Sidoarjo. Ia bekerja di pabrik arloji dan dikenal berani menyuarakan nasib rekan-rekannya.Baca juga: Soeharto dan Ujian Ingatan BangsaTahun 1993, ketika sebagian besar orang memilih diam, ia berdiri di depan gerbang pabrik menuntut keadilan.Upah layak, jam kerja manusiawi, dan perlakuan adil. Tiga hal sederhana yang mestinya tidak membuat seseorang kehilangan nyawa.Namun, tubuh Marsinah ditemukan beberapa hari kemudian, di sebuah gubuk di hutan Nganjuk. Lebam di wajah, luka di pergelangan, dan tulang rusuk patah. Ia dibungkam oleh kekuasaan yang alergi terhadap perbedaan pendapat.Dua puluh tahun kemudian, nama Marsinah muncul di podium negara. Kali ini bukan sebagai buruh yang dibungkam, melainkan sebagai pahlawan yang diakui.Negara yang dulu menutup telinga kini mengucapkan terima kasih. Sejarah kadang memang memiliki selera humor yang pahit.Soeharto berbeda kisah. Ia muncul dari rahim sejarah yang sama, tetapi berjalan di jalur kekuasaan.Setelah 1965, ia naik ke tampuk pemerintahan, mengendalikan negara selama lebih dari tiga dasawarsa.Ia membangun jalan, waduk, dan program pertanian yang membawa Indonesia ke masa stabilitas. Ia juga membangun ketakutan yang membuat rakyat belajar untuk tidak berbicara terlalu keras.Di masa pemerintahannya, ribuan aktivis ditangkap, pers dikontrol, dan oposisi dimatikan. Marsinah hidup dan mati dalam ruang yang diciptakan oleh sistem itu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-02-02 07:29