Pimpinan MPR Soroti Paradoks Energi, Dorong RUPTL Jadi Peta Jalan Transisi

2026-01-11 03:34:42
Pimpinan MPR Soroti Paradoks Energi, Dorong RUPTL Jadi Peta Jalan Transisi
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan syarat utama bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.“Capaian pertumbuhan 5,04 persen patut kita syukuri. Namun jika kita ingin mencapai target pertumbuhan 8 persen, kita harus jujur melihat tantangan perekonomian kita, salah satunya adalah paradoks energi,” ujar Eddy dalam keterangannya, Senin .Eddy menjelaskan, Indonesia sejatinya memiliki kekayaan sumber daya energi yang sangat besar, mulai dari energi surya, hidro, angin, panas bumi, hingga potensi penyimpanan karbon.AdvertisementNamun di sisi lain, struktur ekonomi nasional masih sangat bergantung pada impor energi, khususnya BBM dan LPG, yang membuat ketahanan energi sekaligus ketahanan fiskal menjadi rentan.“Selama kita masih mengimpor energi dalam jumlah besar, selama itu pula ketahanan ekonomi kita tidak akan sepenuhnya kuat. Ketahanan energi bukan sekadar isu teknis tetapi harus menjadi isu strategis nasional,” tegasnya.“Potensi energi kita sangat besar, baik energi terbarukan, sumber daya fosil, hingga kapasitas penyimpanan karbon. Tetapi faktanya, perekonomian nasional masih bergantung pada impor BBM dan LPG. Inilah paradoks energi yang harus segera kita selesaikan untuk wujudkan ketahanan energi,” ujar Eddy.Dalam konteks tersebut, Waketum PAN ini menilai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menjadi instrumen kebijakan yang sangat krusial. RUPTL tidak hanya memetakan kebutuhan pasokan listrik nasional, tetapi juga menjadi peta jalan transformasi energi Indonesia dalam satu dekade ke depan. 


(prf/ega)