TNGR Imbau Pendaki Gunung Rinjani Waspadai Cuaca Ekstrem di Akhir 2025

2026-01-12 08:32:50
TNGR Imbau Pendaki Gunung Rinjani Waspadai Cuaca Ekstrem di Akhir 2025
– Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat mengingatkan para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem di akhir 2025.Peringatan ini dikeluarkan karena sejumlah jalur pendakian Gunung Rinjani mengalami kerusakan dan peningkatan risiko keselamatan.“Kami mengimbau kepada seluruh pendaki dan pengunjung untuk tetap waspada,” ujar Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR NTB, Budi Soesmardi, di Mataram, Selasa.Menurut Budi, curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani menyebabkan jalur wisata pendakian, terutama di jalur naga menuju Pelawangan Sembalun, menjadi licin dan berbahaya. Kondisi ini dipengaruhi oleh kemiringan topografi serta struktur tanah berpasir yang mudah tergerus air.“Curah hujan yang cukup tinggi di jalur wisata pendakian Sembalun, kemiringan topografi jalur, dan struktur tanah berpasir menyebabkan jalur longsor dan membuat rongga yang cukup dalam,” kata Budi.Kerusakan jalur pendakian Gunung Rinjani ini menjadi perhatian utama petugas TNGR, mengingat rute Sembalun merupakan jalur favorit pendaki menuju puncak.Baca juga: Tolak Glamping dan Seaplane di Rinjani, DLHK NTB: Kita Lebih Mementingkan LingkunganTNGR telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kecelakaan pendakian. Budi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menginformasikan kondisi jalur kepada seluruh pengunjung, pemandu lokal, dan pelaku wisata di kawasan Rinjani.“Kami menginformasikan kepada pengunjung, pemandu, dan pelaku wisata agar lebih berhati-hati saat melewati jalur tersebut serta melakukan perbaikan jalur. Kami juga membuat penahan menggunakan karung,” ujarnya.Upaya perbaikan jalur pendakian Rinjani ini dilakukan secara bertahap, terutama pada titik rawan yang kerap mengalami pergeseran tanah dan longsor pada musim hujan.Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Nusa Tenggara Barat, wilayah Pulau Lombok diprediksi memasuki periode cuaca ekstrem dengan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan potensi petir.Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani.Sebagai kawasan dengan topografi terjal, hujan deras berkemungkinan memperparah jalur pendakian licin, memicu longsor, luapan air sungai, pohon tumbang, serta suhu dingin ekstrem di sejumlah titik pendakian.Baca juga: Waspada Mendaki Rinjani Saat Musim Hujan, Awas Jalur Licin BerbahayaMenghadapi kondisi cuaca ekstrem Rinjani, TNGR meminta pendaki untuk memastikan keadaan cuaca sebelum mendaki, menggunakan perlengkapan tahan air, membawa penghangat tubuh, serta mengikuti arahan petugas pos pendakian.“Prioritaskan keselamatan, bukan hanya pencapaian puncak,” tegas Budi.Pihak TNGR menekankan bahwa keselamatan pendaki harus diutamakan, terutama di tengah peningkatan risiko bencana akibat cuaca ekstrem di akhir tahun.


(prf/ega)