Perkara Guiding Block di Tangsel: Tanpa Tekstur hingga Ubah Warna

2026-01-16 11:19:20
Perkara Guiding Block di Tangsel: Tanpa Tekstur hingga Ubah Warna
Blok pemandu (guiding block) di trotoar kawasan Tangerang Selatan (Tangsel) ramai dibahas di media sosial (medsos). Guiding block ramai dibahas karena cuma dicat.Umumnya, guiding block di trotoar dibangun menggunakan papan bertekstur yang menjadi petunjuk bagi penyandang tunanetra. Namun, guiding block di trotoar tersebut hanya dicat warna kuning.Trotoar dengan 'guiding block' berkelir kuning itu ada di Jalan Puspiptek-Serpong, Tangsel, tepatnya di depan SMAN 2 Tangerang Selatan hingga SMPN 8 Tangerang Selatan.detikcom mendatangi lokasi trotoar dengan guiding block tanpa tekstur dan hanya dicat seperti video viral di medsos. Kini, cat kuning telah diganti dengan cat abu-abu.Pantauan detikcom di lokasi, Senin (29/12/2025) pukul 11.30 WIB, sisa cat kuning masih terlihat pada trotoar tersebut. Guiding block juga belum terpasang di trotoar.Petugas yang membenahi trotoar tersebut juga sudah tidak lagi tampak. Menurut Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel, pengerjaan cat ulang trotoar tersebut dilakukan pada hari Sabtu (27/12)."Penanganan langsung dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten, pergantian warna dilakukan pada hari Sabtu kemarin," ujar Humas Dinas SDABMBK Tangsel Kemal saat dihubungi, Senin (29/12/2025).Kemal menjelaskan, trotoar tersebut jadi kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten. Laporan warga soal guiding block bercat kuning di trotoar tersebut telah diteruskan ke Dinas PUPR Provinsi Banten. "Lokasi pedestrian di depan SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Jalan Serpong-Puspiptek, merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten," kata Kemal.Seorang warga bernama Joni (33) menyebutkan trotoar itu telah diperbaiki sejak beberapa bulan lalu. Ia awalnya mengira trotoar tersebut memiliki guiding block karena ada warna kuning di tengahnya."Saya mikirnya waktu itu saya kira bener ya, ada yang buat disabilitasnya itu. Tapi ternyata kan kalau yang saya dengar, terus juga katanya jadi viral di socmed, ternyata nggak ada buat yang disabilitasnya itu ya," ujar Joni saat ditemui di lokasi.Joni mengatakan trotoar tersebut dicat ulang menggunakan warna abu-abu pada Sabtu (27/12). Dia berharap trotoar tersebut diperbaiki kembali sehingga dapat digunakan sesuai dengan penggunaannya."Ya trotoarnya lebih sesuai lagi lah penggunaannya. Ini kan buat jalan gitu, kan. Terus juga biar enak warganya. Saya pikir ya harus dibenerin sih, Bang," kata Joni.Warga lainnya, Maulana (24), juga berharap perbaikan trotoar tersebut konsisten dengan rencana awal pemerintah. "Kalau saya sih berharap ya biar ini ya, bergantung juga dari pemerintahnya idenya gimana. Ya kalau bisa konsisten lah. Misal, pemerintah maunya buat disabilitas ya harus ada guiding block-nya gitu, Bang, kalau mau gitu," ujar Maulana.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjelaskan soal trotoar yang viral dicat kuning menyerupai blok petunjuk di Tangsel. Pemprov menyebutkan inisiatif pengecatan itu dilakukan untuk memperindah trotoar dan akan dibangun guiding block asli pada 2026.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyebutkan trotoar sepanjang 190 meter itu sudah dibangun pada 2014. Kemudian, banyak laporan soal kondisi trotoar sudah kusam."Emang dari awal itu nggak ada guiding block-nya, terus karena kondisinya sudah agak rusak-rusak, kumuh, sama Hamdan (Kepala UPTD PJJ Tangerang) diperbaiki, dicat dibikin biar cantik, biar estetik," kata Arlan.Menurut dia, pemasangan guiding block akan dilakukan tahun depan dan anggarannya sudah disiapkan. Sementara itu, dia mengatakan perubahan warna cat menjadi abu-abu dilakukan agar tampilannya lebih natural."Pemeliharaan itu dicat, tadinya ada warna kuningnya, kan kurang bagus, diganti abu-abu, biar natural," katanya.Simak juga Video '#SaveSiJalurKuning: 13 Rintangan Tunanetra di Trotoar Jalan Dewi Sartika':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 10:39