Jadwal Piala Dunia U17 2025 Indonesia Vs Zambia: 3 Senjata Garuda Asia

2026-01-14 10:41:48
Jadwal Piala Dunia U17 2025 Indonesia Vs Zambia: 3 Senjata Garuda Asia
- Jadwal Piala Dunia U17 2025 memuat duel Indonesia vs Zambia. Tiga pemain bisa jadi senjata Garuda Asia untuk libas Zambia.Timnas U17 Indonesia siap memulai perjuangannya di Piala Dunia U-17 2025 pada hari ini, Selasa .Laga Timnas U17 Indonesia vs Zambia akan digelar di Lapangan 7 Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, pukul 22.45 WIB.Dalam turnamen ini, timnas U17 Indonesia berada di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia.Menjelang pertandingan, pelatih Nova Arianto menegaskan bahwa timnya dalam kondisi siap.“Setelah tiga kali uji coba di Dubai menghadapi Paraguay, Pantai Gading, dan Panama, kami berangkat ke Qatar tanggal 1 kemarin,” kata Nova Arianto.Baca juga: Media Zambia Bocorkan Line Up Hadapi Timnas U17 Indonesia, Pemain Malaga Jadi Andalan“Bersyukur kami tiba dengan selamat dan seluruh pemain dalam kondisi siap,” tambahnya.Di antara pemain yang diharapkan tampil gemilang, ada tiga nama yang disebut sebagai kunci Garuda Asia untuk meraih kemenangan atas Zambia.Pemain pertama adalah Evandra Florasta, gelandang Bhayangkara FC.Evandra menarik perhatian saat tampil di Piala Asia U17 2025. Ia kala itu menjadi pemain tersubur Timnas U17 Indonesia dengan 3 gol.Nama kedua adalah Fadly Alberto Henggar, winger yang juga berasal dari Bhayangkara FC.Instagram @timnasindonesia Pemain Timnas U17 Indonesia Fadly Alberto dan Muhamad Zahaby Gholy selebrasi usai menjebol gawang Tajikistan saat Piala Kemerdekaan 2025 yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Utama Sumatra Utara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa malam.Fadly baru-baru ini mendapat perhatian dari FIFA yang memuji performanya di Piala Asia U17 2025.Baca juga: Jadwal Siaran Langsung dan Cara Nonton Timnas U17 Indonesia Vs ZambiaFIFA menyoroti peran penting Fadly dalam kemenangan timnas U-17 Indonesia atas Korea Selatan dengan skor 1-0.“Pemain muda milik Bhayangkara Presisi FC itu tampil sebagai sosok sentral dalam perjalanan Garuda Asia menaklukkan Korea Selatan dan Yaman,” tulis FIFA.FIFA juga menyebut Fadly sebagai simbol generasi baru Indonesia yang siap mengukir prestasi di pentas dunia.Nama ketiga adalah Mathew Baker, bek yang kini bermain untuk Melbourne City di Australia.Mathew memiliki keunggulan dalam duel udara dan bisa diandalkan Garuda Asia dalam situasi set-piece.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-14 09:28