6 Kondisi Kegawatdaruratan pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

2026-01-16 13:53:50
6 Kondisi Kegawatdaruratan pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua
JAKARTA, – Kondisi kegawatdaruratan pada anak bisa membuat orangtua panik. Mulai dari kejang, tersedak, hingga sesak napas, semuanya bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa tanda.Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Rizky Amrullah Nasution, Sp.A, sangat penting untuk mengenali kondisi gawat darurat anak agar bisa segera diwaspadai.Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Bila Anak Kejang, Orangtua Jangan PanikBerikut enam kegawatdaruratan pada anak yang perlu dikenali dan ditangani dengan cepat./DEVI PATTRICIA Dokter Spesialis Anak dr. Rizky Amrullah Nasution, Sp.A dalam Health Talk Pediatric Emergency di Brawijaya Hospital Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa .Kejang sering menjadi pengalaman paling menakutkan bagi orangtua. Anak tiba-tiba kehilangan kesadaran, tubuh kaku, dan tangan bergetar hebat.“Kalau anak kejang, orangtua wajib untuk tidak boleh panik. Sebab, kalau panik berlebihan, orangtua jadi tidak bisa apa-apa karena blank,” kata dr. Rizky dalam Health Talk Pediatric Emergency di Brawijaya Hospital Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa .Kepanikan yang berlebihan justru bisa memperlambat penanganan. Rizky menambahkan, durasi kejang sangat penting untuk diperhatikan. Jika berlangsung lebih dari tiga menit, hal ini bisa membahayakan sistem saraf dan otak anak.Sambil menunggu kejang mereda, pastikan anak berada di permukaan datar dan aman, serta miringkan tubuhnya untuk mencegah tersedak lendir. Bila kejang tidak berhenti setelah tiga menit, segera bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.Baca juga: Anak sering kali tidak sadar memasukkan benda ke mulut mereka, mulai dari makanan, kelereng kecil, hingga potongan mainan. Hal inilah yang membuat tersedak menjadi kondisi gawat darurat yang paling sering terjadi di rumah.“Orangtua harus waspada dengan apa yang anak masukkan ke dalam mulutnya. Kala anak tersedak segera dikeluarkan dengan teknik back blow atau chest thrust,” jelas dr. Rizky.Teknik back blow adalah tindakan menepuk punggung anak secara perlahan tapi tegas.Sementara itu, chest thrust adalah tindakan menekan bagian tengah dada untuk membantu mengeluarkan benda yang menyumbat saluran napas.Jika tersedak tidak segera tertangani, anak bisa kehilangan kesadaran atau bahkan mengalami henti jantung. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mempelajari teknik dasar pertolongan pertama. Dokter anak sebutkan kondisi kegawatdaruratan anak yang harus diwaspadai orangtua, mulai dari kejang, tersedak, hingga sesak napas berat.Tidak semua alergi menyebabkan ruam ringan atau gatal. Pada beberapa anak, alergi bisa berkembang menjadi reaksi berat atau anafilaksis yang dapat membahayakan nyawa.“Reaksi alergi berat biasanya sampai membengkakkan saluran napas hingga udara tidak bisa masuk. Sangat penting untuk mengenali alergi anak sejak kecil agar bisa diantisipasi,” ujar dr. Rizky.Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan pada bibir, wajah, atau lidah, serta kesulitan bernapas. Jika gejala muncul, segera berikan obat yang sudah diresepkan dokter dan bawa anak ke unit gawat darurat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-16 12:43