Surplus-Defisit Neraca Transaksi Berjalan: Apa Artinya bagi Fondasi Ekonomi RI?

2026-01-12 16:13:58
Surplus-Defisit Neraca Transaksi Berjalan: Apa Artinya bagi Fondasi Ekonomi RI?
JAKARTA, - Bank Indonesia (BI) mengumumkan neraca transaksi berjalan (current account) Indonesia berbalik surplus 4 miliar dollar AS atau 1,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2025.Banyak pelaku pasar langsung menafsirkan ini sebagai kabar baik untuk ketahanan eksternal negara.Surplus neraca transaksi berjalan ini menjadi yang pertama dalam 10 kuartal, setelah sejak awal 2023 Indonesia berkutat dengan defisit beruntun.Baca juga: BI Tepis Proyeksi IMF, Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Maksimal 1,3 PersenSHUTTERSTOCK/HARISMOYO Ilustrasi Bank IndonesiaNamun, di saat yang sama, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan justru masih defisit karena derasnya arus keluar modal portofolio.Gambaran ini menunjukkan bahwa neraca transaksi berjalan hanyalah satu bagian dari “raport eksternal” Indonesia, tetapi bagian yang sangat penting untuk stabilitas rupiah, cadangan devisa, dan ruang kebijakan ekonomi.Secara sederhana, neraca transaksi berjalan adalah catatan seluruh transaksi ekonomi Indonesia dengan luar negeri yang sifatnya “berjalan” (berulang) dalam periode tertentu.Dalam kerangka Neraca Pembayaran Indonesia, transaksi berjalan terdiri dari empat komponen utama:Baca juga: Transaksi Berjalan Kembali Defisit, Nasib Rupiah Bakal Makin Melemah?Ekspor barang (misalnya batu bara, CPO, manufaktur) dikurangi impor barang (bahan baku, barang modal, konsumsi).Penerimaan dan pembayaran jasa seperti transportasi, pariwisata, asuransi, logistik, layanan profesional, dan lain-lain.


(prf/ega)