Mencuri di Gili Trawangan, Seorang Perempuan Diarak Keliling Kampung

2026-02-03 00:02:55
Mencuri di Gili Trawangan, Seorang Perempuan Diarak Keliling Kampung
LOMBOK UTARA, - Seorang perempuan asal Lembar Lombok Barat berinisial MND diarak keliling kampung. Ini dilakukan gara-gara ia mencuri dan menggelapkan sejumlah barang warga di Gili Trawangan.Perempuan diarak keliling di kawasan wisata ternama itu beredar luas di media sosial.Terlihat dalam video, warga mengenakan kartun berukuran A4 pada perempuan tersebut, di bagian depan dan belakang. Kartun itu diikat tali plastik dan tergantung di leher pelaku pencurian.Kartun itu berisi pengakuan pelaku yang ditulis dengan huruf kapital: SAYA MENCURI DAN MENGGELAPKAN BARANG ORANG LAIN. JANGAN TIRU PERBUATAN SAYA. Beberapa orang mendampinginya saat diarak, bahkan banyak warga dalam video tersebut meneriakinya dan menagih barang barang mereka. Baca juga: WNA Asal India Ditemukan Meninggal di Resort Gili Trawangan LombokMND hanya diam dan menjalani hukuman yang diterimanya dari hukum adat setempat. "Dia akhirnya diarak keliling kampung di kawasan Gili Trawangan, setelah berulang kali melakukan aksinya mencuri dan menggelapkan barang warga dan tentu saja sudah membuat resah," kata Muhammad Husni, Kepala Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara pada Kompas. com, Kamis . Husni mengatakan pihaknya sebenarnya tidak menginginkan ada warga yang diarak seperti yang terjadi 17 November 2025 itu.Namun, yang bersangkutan terus mengulangi perbuatannya sehingga warga geram dan meminta pihak adat menyelesaikannya dengan aturan yang disepakati bersama atau awik awik di Gili Trawangan. Sebenarnya dia menyayangkan beredarnya video yang beredar di media sosial tanpa ada penjelasan yang lengkap kenapa yang bersangkutan akhirnya menjalani hukuman diarak keliling. Husni menjelaskan bahwa awalnya pelaku ini sudah kerap berurusan dengan aparat kepolisian. Ia dilaporkan warga karena mencuru.Baca juga: Dampak Cuaca Buruk di Gili Trawangan, Bule Antre Panjang di Pelabuhan Lembar NTBKemudian, pelapor menarik laporannya karena pelaku berjanji tak akan mengulangi perbuatannya pada September 2025.Pelaku dijerat dengan awik awik atau hukum adat di Trawangan, hukumannya adalah di-black list atau tidak boleh datang ke Gili Trawangan selama 5 tahun. "Belum 5 tahun, MND ini malah kembali masuk Gili Trawangan, tidak ada hitungan 1 bulan MND sudah kembali ke Trawangan membuat masalah, mencuri dan menggelapkan barang barang milik warga, tindakannya membuat warga geram," kata Husni. Karena pelaku ini kembali berulah, maka kembali desa menjalani sidang adat. Dalam sidang adat itu selain tokoh-tokoh adat, pihak dusun, desa pun hadir dan selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-02 23:10